internasional

AS–Iran Sepakat Gencatan 2 Pekan, Hormuz Dibuka Bersyarat

Rabu, 8 April 2026 | 15:57 WIB
Foto: Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan bahwa Iran akan menyetujui gencatan senjata Dok: Istimewa (Dok: Istimewa)

WartaJatim.co.id - Konflik antara Amerika Serikat dan Iran akhirnya memasuki fase baru setelah kedua pihak sepakat melakukan gencatan senjata selama dua pekan, Selasa (7/4/2026), usai perang yang berlangsung lebih dari satu bulan sejak 28 Februari.

Kesepakatan ini menjadi titik krusial di tengah meningkatnya ketegangan militer dan ancaman terhadap stabilitas energi global.

Dari pihak Iran, gencatan senjata ini disebut sebagai kemenangan strategis. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan pentingnya menjaga persatuan nasional selama periode tersebut.

“Selama periode ini, penting untuk menjaga persatuan nasional secara penuh serta melanjutkan perayaan kemenangan dengan kuat,” demikian pernyataan resminya.

Baca Juga: Serangan Rudal Iran Hantam Haifa, 4 Tewas di Bawah Reruntuhan

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, turut menegaskan bahwa selama masa gencatan, jalur pelayaran di Selat Hormuz akan dibuka secara terbatas.

“Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengklaim keberhasilan dalam kesepakatan ini. Ia menyebut bahwa Iran telah mengajukan proposal yang menjadi dasar negosiasi damai.

“Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua arah,” tulis Trump, seraya menambahkan, “Kami telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan kesepakatan definitif terkait perdamaian jangka panjang.”

Baca Juga: Iran Syaratkan Kompensasi Buka Hormuz, Trump Ultimatum Serangan

Trump juga menegaskan bahwa periode dua minggu ini akan dimanfaatkan untuk merampungkan kesepakatan yang lebih permanen.

“Hampir semua poin perbedaan antara Amerika Serikat dan Iran telah disepakati,” katanya.

Kesepakatan ini sendiri tidak lepas dari 10 tuntutan yang diajukan Iran, mulai dari jaminan non-agresi, pencabutan sanksi, hingga kompensasi atas kerusakan perang.

Selain itu, Iran juga menuntut tetap memiliki kendali atas Selat Hormuz serta pengakuan atas hak pengayaan uranium.

Halaman:

Tags

Terkini

Diplomasi Panas AS-Iran: Tenggat Serangan Ditunda

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB