Ia juga menolak tuntutan Hizbullah yang meminta penarikan penuh pasukan Israel dari Lebanon serta konsep gencatan senjata berbasis timbal balik tanpa syarat tambahan.
Di sisi lain, Hizbullah menolak keras gencatan senjata yang dinilai memberi ruang bagi keberlanjutan operasi militer Israel di Lebanon.
Kelompok tersebut menegaskan bahwa kehadiran Israel tetap dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan yang tidak dapat diterima.
Konflik yang berlangsung sejak awal Maret ini telah menimbulkan ribuan korban jiwa serta memicu gelombang pengungsian besar di Lebanon.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Flyover Pesing Jakbar, Pemotor Tewas Usai Serempet Bus
Meski gencatan senjata ini dianggap sebagai langkah awal menuju de-eskalasi, perbedaan sikap antara Israel, Lebanon, dan Hizbullah menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian permanen masih panjang dan penuh tantangan.
(EC)