• Sabtu, 18 April 2026

Mewujudkan Gresik Baru: Retret Pemerintah untuk Kolaborasi Desa dan Daerah untuk Pembangunan Berkelanjutan

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Rabu, 5 Maret 2025 | 11:17 WIB
Mewujudkan Gresik Baru: Retret Strategis Pemerintah untuk Pembangunan Desa (Foto: gresikkab.go.id)
Mewujudkan Gresik Baru: Retret Strategis Pemerintah untuk Pembangunan Desa (Foto: gresikkab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Gresik baru-baru ini menggelar kegiatan Implementasi Retret yang bertujuan untuk menyelaraskan langkah dan memperkuat sinergitas antara pemerintah pusat, daerah, dan desa.

Inisiatif ini dipimpin oleh Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Asluchul Alif. Kegiatan ini melibatkan jajaran kepala dinas, camat, serta kepala desa/lurah se-Kabupaten Gresik.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Gresik, Diharapkan, kegiatan ini dapat mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Gresik.

Baca Juga: Pemkab Banyuwangi Tingkatkan Layanan Kesehatan: Rumah Sakit Baru dan Fasilitas Modern untuk Masyarakat

Kegiatan Implementasi Retret yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara berbagai elemen pemerintahan dalam mendorong pembangunan daerah.

Bupati Fandi Akhmad Yani menekankan pentingnya menyamakan langkah dan ritme kebersamaan demi mewujudkan visi Gresik Baru yang lebih maju.

Dalam forum ini, beberapa isu strategis dibahas, termasuk ketahanan pangan dan harga gabah.

Bupati Yani menetapkan harga minimal gabah sebesar Rp6.500 untuk menjaga kesejahteraan petani. Ia juga mengusulkan pengembangan sawah tadah hujan agar lebih produktif.

Baca Juga: Pemkab Banyuwangi Tingkatkan Layanan Kesehatan: Rumah Sakit Baru dan Fasilitas Modern untuk Masyarakat

Selanjutnya, efisiensi anggaran menjadi perhatian penting dalam penggunaan anggaran desa. Bupati Yani mengingatkan agar setiap rupiah yang digunakan berdampak positif bagi masyarakat.

Stabilisasi harga kebutuhan pokok juga menjadi fokus, di mana kepala desa diminta untuk memantau harga agar tidak terjadi lonjakan yang membebani masyarakat.

Bupati Yani meminta kepala desa turut aktif memantau harga kebutuhan pokok di pasar, agar tidak terjadi lonjakan harga yang membebani masyarakat.

Baca Juga: Pemerintah Kota Batu Komitmen Tingkatkan Akuntabilitas dengan Penyerahan LKPD Unaudited 2024

Pengelolaan sampah berbasis desa menjadi perhatian serius, dengan dorongan agar setiap desa memiliki TPS3R untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan.

Bupati Yani mendorong agar setiap desa memiliki TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: Gresik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X