• Sabtu, 18 April 2026

Bojonegoro Siap Hadapi Kekeringan 2025: 106 Desa Terancam, Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Jadi Solusi Utama

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Selasa, 11 Maret 2025 | 14:09 WIB
Kepala Desa Bojonegoro Diberdayakan untuk Hadapi Kekeringan Melalui Program Inovatif (Foto: bojonegorokab.go.id)
Kepala Desa Bojonegoro Diberdayakan untuk Hadapi Kekeringan Melalui Program Inovatif (Foto: bojonegorokab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro telah mengeluarkan prediksi yang mengkhawatirkan.

Pada tahun 2025, sebanyak 106 desa di Bojonegoro diperkirakan akan terdampak kekeringan. Dari jumlah tersebut, 93 desa di antaranya berpotensi mengalami kekeringan ekstrem.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Malang, Menanggapi ancaman serius ini, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah melakukan kunjungan studi ke Kabupaten Gunungkidul.

Kunjungan yang berlangsung pada 17 Januari 2025 ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan sumber daya air berbasis masyarakat.

Baca Juga: 7 Inside Jokes SEVENTEEN Dalam Lagu 96ers - Hoshi x Woozi , CARAT Harus Tahu!

Selain itu, mereka juga ingin mengeksplorasi teknologi pemanenan air hujan dan inovasi lokal lainnya yang telah diterapkan di wilayah tersebut.

Sebagai langkah konkret untuk mengatasi masalah kekeringan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro merencanakan peluncuran “Program Peningkatan Kapasitas Kepala Desa dalam Rangka Penyelesaian Masalah Kekeringan Berbasis Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.”

Program ini dirancang untuk memberdayakan kepala desa dalam merumuskan strategi penanganan kekeringan yang efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Menkomdigi dan Kapolri Luncurkan Operasi Bersama untuk Berantas Fake BTS dan Judi Online di Indonesia

Pada 3 Maret 2025, Pemkab Bojonegoro menyelenggarakan Sarasehan dan Pembekalan untuk calon peserta kegiatan Live-In Penanganan Kekeringan.

Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala desa dari wilayah yang terdampak kekeringan. Mereka akan diberangkatkan secara bertahap ke beberapa desa di Kabupaten Gunungkidul untuk mengikuti program pembelajaran selama tiga hari.

Wakil Bupati Nurul Azizah turut hadir dalam sarasehan tersebut dan memberikan motivasi kepada para peserta.

Baca Juga: Boom Marina Banyuwangi Siap Menjadi Pelabuhan Yacht Internasional dengan TPI Pertama demi Meningkatkan Pariwisata Indonesia

“Ayo bersama membaca alam di desa kita. Dengan membaca, kita bisa tumbuhkan solusi dan hidup berharmoni dengan lingkungan,” kata Wakil Bupati Nurul Azizah dalam kegiatan tersebut.

Program pembelajaran ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan. Namun, juga mendorong peserta untuk menyusun rencana aksi penanganan kekeringan di desa masing-masing.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: bojonegorokab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X