• Sabtu, 18 April 2026

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi Pimpin Rapat Koordinasi Sergap untuk Wujudkan Swasembada Pangan 2025

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Rabu, 12 Maret 2025 | 20:10 WIB
Mewujudkan Swasembada Pangan: Bupati Lamongan Pimpin Rapat Koordinasi Satgas Sego Boran (Foto: portal.lamongankab.go.id)
Mewujudkan Swasembada Pangan: Bupati Lamongan Pimpin Rapat Koordinasi Satgas Sego Boran (Foto: portal.lamongankab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengikuti rapat koordinasi (Rakor) bersama Satgas Sego Boran pada Selasa, 11 Maret 2025, di Posko Satgas Sego Biran Kodim 0812.

Rakor ini bertujuan untuk membahas penyerapan gabah dan beras petani (Sergap) serta luas tambah tanam (LTT) di Kabupaten Lamongan.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Lamongan, Salah satu fokus utama dari pertemuan ini adalah untuk mencapai swasembada pangan pada tahun 2025.

Dalam upaya penyerapan gabah dan beras, telah dibentuk 24 mitra yang bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog).

Baca Juga: Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan Gelar Pertemuan Strategis dengan Perusahaan untuk Optimalisasi Program CSR

Mitra-mitra ini tersebar di seluruh wilayah Lamongan dan telah mulai melakukan penyerapan sejak bulan Februari hingga April mendatang.

Sejak awal bulan Februari hingga saat ini, pada musim tanam I, mitra telah menyetorkan kepada Bulog sebanyak 793 ton beras dan 2.166 ton gabah kering panen.

Namun, angka tersebut masih mencapai 10 persen dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Baca Juga: Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, Tinjau Pasar Ki Lemah Duwur untuk Pastikan Stok dan Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Menjelang Hari Raya

Melihat situasi ini, Bupati Yuhronur Efendi meminta agar seluruh mitra diaktivasi, mengingat sebelumnya hanya enam mitra yang aktif.

"Aktivasi mitra harus dilakukan. Yakni bertugas menyerap beras (harga 12 ribu rupiah/kg) dan gabah (harga 6.500 per kg) dengan harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat," tutur Pak Yes, sapaan akrabnya.

Perwakilan Bulog mengungkapkan bahwa ada beberapa tantangan yang menyebabkan rendahnya serapan, antara lain banyak petani yang menjual hasil panen ke tengkulak dengan harga lebih tinggi pada awal panen.

Baca Juga: Heboh! Armand Maulana, Ariel NOAH, dan Rossa Kompak Gugat UU Hak Cipta, Ada Apa?

Selain itu, kurangnya tenaga mitra maklon untuk mengelola gabah kering panen menjadi beras dan kapasitas gudang serapan yang terpengaruh oleh cuaca dan serangan hama tikus juga menjadi faktor penghambat.

Komandan Kodim 0812, Letkol Arm Ketut Wira Purbawan, menambahkan bahwa capaian penyerapan gabah dan beras petani yang masih sedikit dapat dioptimalkan pada panen raya yang diperkirakan terjadi pada minggu ketiga Maret hingga April.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: lamongankab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X