Baca Juga: Terungkap! Postingan Lama Kim Soo Hyun Soal Cinta Obsesif, Netizen Kaitkan dengan Kim Sae Ron
Program ini mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga dunia usaha yang turut berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif.
Kecamatan dengan angka ATS tertinggi di Kabupaten Lumajang meliputi Pasirian, Candipuro, Randuagung, dan Jatiroto.
Sementara itu, kecamatan dengan angka ATS terendah adalah Pasrujambe, Sumbersuko, dan Gucialit.
Baca Juga: Biaya Wisuda Sekolah TK hingga SMA yang Menguras Dompet: Perayaan atau Pamer?
Dengan terus diperkuatnya program ini, diharapkan semakin banyak anak di Lumajang yang memperoleh akses pendidikan yang layak.
Pemkab Lumajang pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung anak-anak agar tetap bersekolah.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi daerah. Dengan semakin banyak anak yang bersekolah, kita tidak hanya mencetak generasi yang cerdas, tetapi juga membangun Lumajang yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya. (gha)
Artikel Terkait
Program Pelayanan Kesehatan Gratis: Langkah Pemkab Lumajang Menuju Kesejahteraan Masyarakat
Transformasi Digital: Diskominfo Lumajang Manfaatkan BigSocial untuk Analisis Media Sosial
Yayasan Dikdaya Tigang Juru Sambut Pembina Baru untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan di Lumajang
Bupati Indah Amperawati dan Wakil Bupati Yudha Adji Sampaikan Nota Penjelasan LKPJ 2024 untuk Transparansi Anggaran di Lumajang
Pemkab Lumajang Rencanakan Penataan Wisata Tumpak Sewu dan Grojokan Sewu untuk Meningkatkan Daya Tarik dan Manfaat Ekonomi bagi Masyarakat