WartaJatim.CO.ID - Sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan bangsa, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Pemkab Bojonegoro berkomitmen untuk mencetak talenta unggul yang tidak hanya berkontribusi di tingkat daerah, tetapi juga siap bersaing di level nasional.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bojonegoro, Langkah konkret ini diwujudkan melalui pendirian SMAN 2 Taruna Pamong Praja, yang merupakan hasil kerjasama antara Pemkab Bojonegoro, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Sekolah ini menjadi yang pertama di Indonesia dengan fokus pada matra kepamongprajaan, dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki karakter, disiplin, dan kemampuan kepemimpinan yang tinggi.
Dukungan dari Pemprov Jawa Timur dan IPDN telah ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan yang menegaskan komitmen bersama dalam pengembangan pendidikan ini.
“Bersama Pemprov Jawa Timur dan IPDN, kita mendirikan SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur, yang akan menjadi Sekolah Matra Kepamongprajaan pertama di Indonesia. Insya Allah, tahun ini kita segera membuka pendaftaran untuk 200 calon siswa baru,” ujar Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono.
Baca Juga: Kim Ji-won: Muse di Balik Lagu-Lagu Ciptaan B.I Eks iKON, dan Kontroversinya dengan Kim Soo Hyun
Baru-baru ini, penandatanganan kerja sama antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Kodam V Brawijaya telah dilaksanakan.
Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat pembinaan dan pengasuhan taruna-taruni, serta penerapan kurikulum bela negara dan kesamaptaan dalam membentuk karakter siswa.
Bupati Bojonegoro juga hadir dalam acara MoU yang berlangsung pada Selasa (11/03/2025) di Kodam V Brawijaya, Surabaya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bertemu Rektor! Mahasiswa BEM SI: Kebebasan Bersuara Harus Tetap Dijaga
Sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada kepamongprajaan, SMAN 2 Taruna Pamong Praja akan menerapkan kurikulum Jarlatsuh, yang mencakup pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan.
Kurikulum ini saat ini sedang dalam tahap finalisasi oleh IPDN untuk memastikan kualitas pendidikan yang optimal.
Selain itu, sekolah ini juga akan mengintegrasikan pelatihan Bahasa Inggris dan kewirausahaan, sehingga lulusan tidak hanya kompetitif dalam bidang pemerintahan, tetapi juga adaptif terhadap dinamika dunia kerja.
Artikel Terkait
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono Serukan ASN untuk Jaga Integritas dan Cegah Gratifikasi Selama Ramadan dan Idul Fitri 1446 H
Program Pemberdayaan Ekonomi di Bojonegoro: Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Miskin Melalui Pertanian Berbasis Sayuran
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono Silaturahmi dengan KPH Perhutani untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Penguatan Pendidikan di Bojonegoro: Penandatanganan MoU Sekolah Unggulan Taruna Pamong Praja oleh Dinas Pendidikan dan Kodam V Brawijaya
Transformasi Pendidikan dan Ekonomi: Prabowo Subianto Ungkap Rencana Besar untuk Indonesia!