WartaJatim.CO.ID - Dalam acara Halal Bi Halal yang diselenggarakan oleh PC Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Pendapa Sabha Kridatama.
Wali Kota Mojokerto sekaligus Ketua PC Muslimat NU, Ika Puspitasari, mengungkapkan pentingnya tata kelola administrasi dalam berorganisasi.
Dikutip WartaJatim dari laman Kota Mojokerto, Ia menjelaskan bahwa menjalankan organisasi tidak hanya sekadar melaksanakan kegiatan rutin.
Baca Juga: Bupati Indramayu Liburan ke Jepang Saat Lebaran, Gubernur Jabar Sentil Pedas: “Harusnya Turun ke Masyarakat!”
Namun, diperlukan juga pelaporan yang dilakukan secara berjenjang agar setiap langkah dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.
“Apa yang sudah istiqomah dilakukan memang baik dan merupakan bagian dari merawat tradisi. Tapi perlu kita pahami, ini adalah organisasi. Di organisasi kita juga perlu melaksanakan tata kelola administrasi organisasi. Maka perlu ada laporan secara berjenjang. Monggo bisa melalui WA. Sekarang teknologi itu memudahkan kita dan dapat dimanfaatkan untuk mempermudah pelaksanaan keorganisasian kita,” katanya saat hadir dalam acara tersebut pada Jumat (4/4/2025).
Baca Juga: Prabowo Janji 80 Ribu Koperasi Desa, Tiap Desa Dapat Truk & Gudang! Petani Siap Panen Untung Tanpa Tengkulak!
Dalam kesempatan ini, Ning Ita—sapaan akrab wali kota—juga menyampaikan salah satu hasil dari Kongres Muslimat NU ke-18.
Digelar di Surabaya pada Februari 2025 lalu mengenai perubahan struktur organisasi di tubuh Muslimat NU.
“Kalau dulu kita kenal ketua umum pimpinan muslimah nu adalah ibu Khofifah karena strukturnya adalah ketua umum itu adalah posisi tertinggi didalam struktur pimpinan pusat. Tetapi sekarang berubah mengikuti struktur organisasinya PBNU sehingga di muslimat tingkat pusat itu seperti di PBNU; ada Rais’Aam dan ada ketua tanfidziyah,” terangnya menjelaskan perubahan tersebut.
Baca Juga: Bocah Diajak Nonton Pabrik Gula Uncut, Warganet Soroti Orang Tua dan Pengawasan Bioskop
Ia menambahkan bahwa Bu Khofifah kini menduduki posisi sebagai Ketua Umum Dewan Pembina yang setara dengan Rais’Aam di PBNU.
Ning Ita juga menegaskan bahwa hasil kongres akan disosialisasikan secara berjenjang hingga ke anak ranting.
Baca Juga: Uji Coba Bus Wisata Gratis di Kota Batu 2–7 April: Nyaman, Ramah Lingkungan, dan Siap Jadi Favorit Wisatawan
Tujuannya agar semua anggota memahami pedoman baru ini dalam menjalankan tugas mereka masing-masing dengan lebih efektif.
Ia berharap agar kesigapan anggota Muslimat NU untuk mengikuti semua kegiatan organisasi senantiasa dilandasi oleh niatan baik.
Agar kemajuan bersama serta nilai ibadah bagi setiap tindakan mereka sebagai bagian dari komunitas besar ini.
Baca Juga: Liburan ke Jepang Saat Lebaran, Lucky Hakim Kena Semprot Gubernur Jabar: “Bilang Dulu Dong, Pak Bupati!”
“Muslimat ini niatnya adalah li'ila kalimatillah supaya apa yang kita lakukan—setiap langkah yang kita upayakan—dan setiap gerak yang kita lakukan semuanya bernilai ibadah serta bisa menjadi salah satu pemberat amalan kita untuk dipertimbangkan di akhirat kelak,” pungkasnya mengakhiri sambutannya dengan harapan positif bagi masa depan organisasi tersebut. (Kar)
Artikel Terkait
Ranting Fatayat NU dan Pemdes Sukosari Gelar Aksi Berbagi Takjil di Bulan Ramadan untuk Masyarakat
Kolaborasi Pemkab Mojokerto dan Muslimat NU: Membangun Masyarakat yang Kuat Melalui Sinergi Sosial dan Ekonomi
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Ajak Warga NU Bersatu Membangun Daerah untuk Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia dan Menekan Angka Kemiskinan
Gubernur Khofifah Indar Parawansa Kunjungi Keluarga Korban Tanah Longsor di Cangar, Mojokerto
Menteri Sosial Saifullah Yusuf Salurkan Santunan kepada Keluarga Korban Longsor di Mojokerto