• Sabtu, 18 April 2026

Pembukaan Kelas Perkuliahan ISI Surakarta di Banyuwangi: Peluang Baru Pendidikan Seni dan Budaya Loka

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Senin, 14 April 2025 | 08:35 WIB
ISI Surakarta Resmi Buka Kelas Perkuliahan di Banyuwangi: Peluang Baru untuk Seni dan Budaya (Foto: banyuwangkab.go.id)
ISI Surakarta Resmi Buka Kelas Perkuliahan di Banyuwangi: Peluang Baru untuk Seni dan Budaya (Foto: banyuwangkab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta telah resmi mengumumkan pembukaan kelas perkuliahan di Banyuwangi yang akan dimulai pada tahun ajaran 2025. Pendaftaran untuk mahasiswa baru dijadwalkan akan dibuka pada bulan Mei 2025.

Pengumuman ini disampaikan oleh Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerta, dalam sebuah pertemuan dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang berlangsung pada Jumat (11/4/2025).

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Banyuwangi, BPertemuan tersebut juga bertujuan untuk mematangkan persiapan teknis terkait pembukaan kelas perkuliahan ISI di daerah tersebut.

Baca Juga: Rendra Masdrajad Safaat Prihatin atas Aksi Bunuh Diri Mahasiswa di Jembatan Tunggulmas

“Kita akan mulai perkuliahan di tahun akademik 2025 ini. Pendaftaran akan kami buka bulan Mei 2025 melalui jalur mandiri. Silakan bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar,” urai Nyoman.

Di tahun pertama operasionalnya, ISI menawarkan dua program studi yaitu etnomusikologi dan tari dengan masing-masing prodi membuka kuota untuk 15 mahasiswa baru.

Nyoman menjelaskan bahwa penawaran dua program studi ini merupakan langkah awal sebelum menambah prodi lain setelah prosedur izin pendirian program studi luar kampus utama (PSDKU) selesai.

Baca Juga: Update Perang Dagang AS vs China: Australia Tolak Ajakan Negeri Tirai Bambu untuk Lawan Tarif Resiprokal Donald Trump

“Sementara dua prodi dulu. Nanti setelah prosedur perizinan pendirian program studi di luar kampus utama (PSDKU) selesai, kita akan tambah lagi prodinya. Misalnya bisa film televisi, desain komunikasi visual, dan lainnya karena di ISI Solo kita punya 23 prodi yang juga bisa dibuka di Banyuwangi,” ujarnya.

Rektor juga menekankan bahwa Banyuwangi memiliki kekayaan seni dan budaya yang beragam serta khas seperti gandrung dan barong.

Potensi besar dalam bidang seni budaya ini diyakini mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang baik bagi para mahasiswa.

Baca Juga: Titiek Puspa Wafat: Peninggalan Sang Legenda Musik Indonesia dari Era Soekarno hingga Kini

“Banyuwangi punya warisan seni dan budaya endemik yang tidak bisa kita temukan di daerah lain. Inilah yang menarik perhatian kami untuk hadir di sini agar putra daerah Banyuwangi bisa belajar secara akademik dan ilmiah untuk pelestarian dan pengembangan warisan budaya dari leluhurnya,” tambahnya.

Nyoman berharap kehadiran ISI dapat memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah Banyuwangi untuk belajar secara akademis tentang pelestarian serta pengembangan warisan budaya dari leluhur mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Karyati Niken Sugesti

Sumber: banyuwangikab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X