• Sabtu, 18 April 2026

Bupati Ponorogo Gandeng NU Dorong 3.000 Hektare Sawah Beralih ke Pertanian Organik pada 2025

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Rabu, 16 April 2025 | 18:26 WIB
Pola Pertanian Organik (Foto : kominfo.jatimprov.go.id)
Pola Pertanian Organik (Foto : kominfo.jatimprov.go.id)



WartaJatim.CO.ID -
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menggandeng Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendukung para petani di wilayahnya agar beralih ke pola pertanian organik yang menggunakan bahan-bahan alami.

Dikutip WartaJatim dari laman Kementerian Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Kerja sama ini melibatkan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) yang aktif mendampingi kelompok tani di Kelurahan Kepatihan Kecamatan Ponorogo dalam penggunaan pupuk organik.

"Kalau LPPNU sudah turun tangan, hasilnya akan keren. Badan otonom NU ini punya tugas khusus mengembangkan teknologi dan inovasi di bidang pertanian, termasuk membentuk jaringan kerja," ujar Bupati Sugiri Sancoko.

Baca Juga: Investree Dibubarkan, Lender Bisa Ajukan Tagihan ke Tim Likuidasi

Program ini menargetkan sekitar 3.000 hektare sawah di Ponorogo sudah menerapkan sistem pertanian organik pada tahun 2025 sebagai langkah awal menuju perubahan besar.

Jumlah kelompok tani yang terlibat mencapai sekitar 1.900 kelompok dengan total luas sawah mencapai puluhan ribu hektare di seluruh Kabupaten Ponorogo.

Bupati Sugiri menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan adanya jaminan asuransi bagi petani jika mengalami gagal panen selama masa transisi ke metode bercocok tanam berbasis bahan alami seperti pupuk dan pestisida organik.

Baca Juga: Infrastruktur Jalan, Jembatan, dan Irigasi Strategis untuk Menggerakkan Roda Ekonomi Lumajang

Hal tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan agar tetap layak panen secara berkelanjutan.

Pada tahun-tahun berikutnya, luas lahan pertanian organik diperkirakan terus bertambah melalui pendampingan intensif dan advokasi dari berbagai pihak terkait hingga mencapai target ambisius pada tahun 2030 nanti.

Dari total sekitar 35 ribu hektare sawah yang ada di Kabupaten Ponorogo, diproyeksikan sebanyak 25 ribu hektare akan sepenuhnya menerapkan sistem pertanian organik demi menghasilkan produk pangan sehat dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lumajang Gelar Halalbihalal untuk Perkuat Kebersamaan dan Dukungan Pembangunan Daerah

Menurut Bupati Sugiri atau Kang Giri sapaan akrabnya, penggunaan pupuk serta pestisida berbahan alami tidak hanya lebih murah tetapi juga memberikan nilai jual lebih tinggi sehingga meningkatkan kesejahteraan para petani setempat.

Selain itu, penerapan pola pertanian organik diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan negara karena mengurangi beban subsidi pemerintah untuk pengadaan pupuk kimia secara masif setiap tahunnya.

Pendampingan oleh LPPNU dilakukan melalui pelatihan teknis serta pengembangan inovasi teknologi dalam bercocok tanam secara alami agar para petani mampu mengelola lahan mereka dengan efektif tanpa bergantung pada bahan kimia sintetis.

Baca Juga: Ulama Pesantren Madura Bassra: Perkuat Pembangunan dan Perlindungan Pedagang Kaki Lima di Bangkalan

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat seperti NU melalui LPPNU ini, harapannya sektor pertanian di Ponorogo semakin maju sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup bagi generasi mendatang. (Kar)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Sumber: kominfo jatimprov go id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X