Wakil Bupati Gresik juga menyoroti pentingnya integritas dalam pendistribusian pupuk bersubsidi. “Saya titip teman-teman petani. Kalau pupuknya kurang, bilang. Jangan diperjualbelikan jika ada lebihan, karena itu harus disalurkan ke petani lain yang kekurangan,” tambahnya.
Pernyataan ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap keadilan distribusi dan kesejahteraan petani.
Pak Wawan dari Gapoktan mengakui bahwa kendala distribusi pupuk belakangan ini disebabkan oleh cuaca.
Ia menegaskan komitmen kelompoknya untuk memperbaiki distribusi agar tidak ada petani yang mengalami kekurangan pupuk di masa tanam berikutnya.
Program irigasi perpipaan ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dapat memberikan dampak langsung bagi peningkatan produksi pertanian.
Dengan langkah ini, diharapkan kesejahteraan petani di daerah kepulauan seperti Bawean dapat terwujud secara berkelanjutan. (gha)
Artikel Terkait
Pemerintah Kabupaten Gresik Salurkan 335 BLT untuk Mengutamakan Kesejahteraan Ekonomi Warga
Pemerintah Kabupaten Gresik Tanggapi Serius Kasus Pencurian Kendaraan Bermotor oleh Anak di Bawah Umur dengan Pendampingan Hukum
Gresik Baru: Program 100 Hari Nawakarsa untuk Masyarakat yang Lebih Maju
Gresik Jadi Kabupaten Pertama di Jatim Serahkan SK Pengangkatan CPNS Formasi 2024
Sebanyak 360 Pelaku UMKM di Gresik Ikuti Pelatihan Kewirausahaan Dasar untuk Meningkatkan Daya Saing di Pasar