WartaJatim.CO.ID - Tim Penguatan dan Pengembangan Ekonomi Berbasis Pesantren (Ekotren) melalui program One Pesantren One Product (OPOP) Provinsi Jawa Timur mengadakan Rapat Kerja (Raker) pada tanggal 5 hingga 6 Mei 2025.
Kegiatan ini berlangsung di Aria Centra Surabaya dan menjadi momen penting setelah pengukuhan resmi Tim Ekotren OPOP oleh Gubernur Jawa Timur pada pertengahan April 2025.
Dikutip WartaJatim dari laman Kementerian Komunikasn dan Informasi Provinsi Jawa Timur, Raker ini bertujuan untuk memperkuat dan mengembangkan ekonomi berbasis pesantren di Jawa Timur melalui program OPOP.
Baca Juga: Revitalisasi Sungai Padas Gemprah di Lumajang Dorong Pelestarian Lingkungan dan Pengembangan Ekonomi Berbasis Alam yang Berkelanjutan
Salah satu tugas utama Tim Ekotren OPOP Jatim adalah menyiapkan dan melaksanakan berbagai kegiatan yang mendukung penguatan ekonomi pesantren.
Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor: 100.3.3.1/250/013/2025.
Ketua Harian OPOP Jatim, Endy Alim Abdi Nusa, menegaskan bahwa program OPOP sangat penting untuk mendorong kemandirian ekonomi pesantren.
Endy juga menjelaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah yang harus diperkuat melalui program ini.
Baca Juga: Miris! Atlet Binaraga Malang Konsumsi Ayam Tiren Demi Protein, Rendra Masdrajad Soroti Minimnya Dukungan Pemerintah
“Tujuan besar dari OPOP adalah menjadikan pesantren sebagai basis pemberdayaan ekonomi umat, melalui tiga pilar utama, yaitu pesantrenpreneur, santripreneur dan sosiopreneur,” ujar Endy.
Menurut Endy, dari 22.039 koperasi aktif di Jawa Timur, terdapat 626 koperasi yang bernaung di bawah pondok pesantren.
Jumlah anggota koperasi pesantren mencapai 85.472 orang dengan volume usaha sebesar Rp870,78 miliar.
Baca Juga: Bupati Yuhronur Efendi Buka TMMD ke-124 di Desa Kebalankulon Lamongan, Percepat Pembangunan Fisik dan Non Fisik
Endy berharap seluruh unit usaha pesantren dapat tumbuh sehat, mandiri, dan memiliki daya saing yang tinggi.
Dalam Raker ini, Tim OPOP membahas road map penguatan dan pengembangan program OPOP Jatim untuk periode 2025 hingga 2030.
Salah satu fokus utama adalah meningkatkan kemandirian ekonomi pondok pesantren yang diharapkan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.
Baca Juga: Sebanyak 1.037 Calon Jamaah Haji Usia Muda dari Kabupaten Jombang Siap Berangkat ke Tanah Suci
Akhmad Jazuli, Asisten 3 bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, memberikan arahan penting terkait pemberdayaan ekonomi pesantren.
“Pondok Pesantren itu kan mengemban tiga fungsi sekaligus, yaitu fungsi pendidikan, fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat. Nah, mana mungkin pesantren bisa menjalankan fungsi pemberdayaan masyarakat dengan baik, kalau pesantrennya sendiri belum berdaya?” ungkap Jazuli.
Jazuli juga menekankan pentingnya kekompakan tim dalam menjalankan program OPOP Jawa Timur.
Baca Juga: Kolaborasi Strategis Pemerintah Kabupaten Jombang dan Perusahaan Percepat Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat
Artikel Terkait
Rapat Kerja Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang 2025 Resmi Dibuka, Perkuat Sinergi Keluarga dan Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman Hadiri Halal Bihalal PCNU dan Fokus Majukan Eco Pesantren serta Bantuan Guru Ngaji
Bupati Bondowoso dan Wakil Presiden Gibran Bahas Sinergi Pengembangan Kemandirian Ekonomi Pesantren di Indonesia
Rendra Masdrajad Safaat Apresiasi Pengukuhan Dr. Budiyono Santoso dan Kontribusinya terhadap Ekonomi Pesantren
Bupati Malang dan Kapolda Jatim Bersinergi Perkuat Keamanan Jelang Laga Arema FC di Stadion Kanjuruhan