• Sabtu, 18 April 2026

Rendra Masdrajad Safaat Apresiasi Pengukuhan Dr. Budiyono Santoso dan Kontribusinya terhadap Ekonomi Pesantren

Photo Author
Bridgeta Elisa Putri, Wartajatim.co.id
- Selasa, 6 Mei 2025 | 16:25 WIB
Rendra Masdrajad Safaat Apresiasi Pengukuhan Dr. Budiyono Santoso dan Kontribusinya terhadap Ekonomi Pesantren
Rendra Masdrajad Safaat Apresiasi Pengukuhan Dr. Budiyono Santoso dan Kontribusinya terhadap Ekonomi Pesantren

WartaJatim.CO.ID — Suasana haru dan penuh semangat ilmiah mewarnai sidang terbuka promosi doktor di kampus Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang pada Rabu, 30 April 2025.

Dalam momen bersejarah tersebut, Dr. Budiyono Santoso resmi dikukuhkan sebagai doktor ke-691, sebuah pencapaian yang tidak hanya membanggakan secara pribadi, namun juga membuka babak baru bagi pengembangan ekonomi syariah dan kewirausahaan pesantren di Indonesia.

Ucapan selamat dan apresiasi datang dari berbagai pihak, salah satunya dari Haji Rendra Masdrajad Safaat, anggota DPRD Kota Malang dari Komisi C Fraksi PKS.

Baca Juga: Rendra Masdrajad Safaat Tegaskan Komitmen Komisi C Dukung Aspirasi Warga Blimbing

Dalam pernyataan resminya, Rendra menegaskan bahwa disertasi Dr. Budiyono memiliki nilai strategis dalam membangun ekosistem ekonomi umat yang berlandaskan pada nilai-nilai spiritual Islam.

“Selamat kepada Dr. Budiyono Santoso atas gelar doktor yang diraih. Gagasan TAWADHU dan pendekatan Fenomenologi Islam Plus yang beliau kembangkan adalah kontribusi nyata dalam membangun ekosistem kewirausahaan pesantren yang berkarakter dan berkelanjutan,” ujarnya dengan penuh semangat.

Disertasi berjudul “Nilai-Nilai Pesantren Entrepreneurship” yang ditulis oleh Dr. Budiyono menghadirkan dua konsep inovatif yang menjadi sorotan utama.

Baca Juga: Rendra Masdrajad Safaat, Kawal dan Beri Bantuan Hukum untuk Korban Insiden Jatim Park 1

Pertama adalah konsep TAWADHU, sebuah akronim yang mencerminkan lima nilai utama dalam pengembangan pesantren: Tarbiyah (pendidikan), Wathaniyah (nasionalisme), Dakwah (penyiaran nilai Islam), Hamasatul Jihad (semangat perjuangan), dan Uswah (keteladanan).

Konsep ini diusulkan sebagai fondasi nilai dalam menciptakan wirausaha santri yang berintegritas dan visioner.

Kedua, pendekatan Fenomenologi Islam Plus yang digunakan dalam penelitian ini memadukan metode riset kualitatif dengan nilai-nilai keislaman, menawarkan paradigma baru dalam pendekatan ilmiah.

Pendekatan ini dianggap mampu menggali makna mendalam dari praktik kewirausahaan pesantren secara lebih kontekstual dan transformatif.

Baca Juga: Anggota DPRD Malang Rendra Masdrajad Safaat Soroti Keamanan Wisata Usai Insiden Jatim Park 1

“Semoga ilmu dan gagasan yang telah dikembangkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat,” tambah Rendra, sembari mengajak akademisi dan praktisi untuk ikut serta dalam mewujudkan gagasan tersebut ke dalam program nyata di masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X