Jalur mutasi ditujukan bagi murid yang mengikuti perpindahan kerja orang tua. Sementara jalur domisili menggunakan jarak tempat tinggal peserta didik dengan sekolah pilihan berbasis titik koordinat.
“Pembukaan pendaftaran untuk jalur affirmasi dan mutasi berlangsung pada 18-28 Mei diumumkan 30 Mei. Sementara jalur domisili pendaftaran dibuka mulai 19 Mei – 19 Juni diumumkan 20 Juni. Prosesnya berlangsung semi online,” terangnya.
Proses pendaftaran untuk jenjang SD berlangsung secara semi online. Untuk jenjang SMP, terdapat empat jalur penerimaan, yaitu afirmasi, mutasi, prestasi, dan domisili.
Pendaftaran jalur afirmasi dan mutasi untuk SMP dibuka pada 19-20 Mei dan diumumkan pada 21 Mei. Jalur prestasi dibuka pada 26-27 Mei dengan pengumuman pada 28 Mei.
Sedangkan jalur domisili dibuka pada 2-3 Juni dan diumumkan pada 4 Juni. “Proses pendaftaran untuk jenjang SMP semuanya secara online,” tambah Suratno.
Dengan sistem penerimaan yang transparan dan inklusif ini, Pemkab Banyuwangi berharap dapat meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh anak di daerahnya tanpa terkecuali. (gha)
Artikel Terkait
Dispendik Surabaya Siapkan Digitalisasi dan Sosialisasi untuk SPMB 2025 demi Kemudahan Akses Pendaftaran
Bupati Malang M Sanusi Pelajari Potensi Tebu Cening Banyuwangi untuk Tingkatkan Produksi dan Kolaborasi Daerah
Pemkab Banyuwangi Tingkatkan Pengelolaan Air Irigasi untuk Antisipasi Kekeringan Musim Kemarau 2025
Banyuwangi Festival 2025 Hadirkan Banyuwangi Ethno Carnival ‘Ngelukat’ untuk Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Bupati Ipuk Fiestiandani Lepas 391 Jamaah Haji Banyuwangi Termasuk Loper Koran 88 Tahun Menuju Tanah Suci