• Sabtu, 18 April 2026

Peluncuran SIPENA LUSI di Lumajang Perkuat Mitigasi dan Perlindungan Inklusif Kelompok Rentan Bencana

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Jumat, 13 Juni 2025 | 16:04 WIB
Kabupaten Lumajang Perkuat Ketangguhan Bencana dengan Peluncuran SIPENA LUSI (Foto: portalberita.lumajangkab.go.id)
Kabupaten Lumajang Perkuat Ketangguhan Bencana dengan Peluncuran SIPENA LUSI (Foto: portalberita.lumajangkab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Kabupaten Lumajang terus memperkuat komitmen membangun ketangguhan daerah menghadapi bencana alam.

Pada Kamis, 12 Juni 2025, Bupati Lumajang Indah Amperawati secara resmi meluncurkan SIPENA LUSI, sebuah sistem penanggulangan bencana inklusif.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Lumajang, Peluncuran ini dilaksanakan di Gedung PKK dan menjadi langkah strategis untuk menjamin keselamatan seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga: Menteri Agama Janjikan Kompensasi bagi Jemaah Haji yang Tak Dapat Katering

Sistem tersebut khususnya mengutamakan perlindungan kelompok rentan yang sering terdampak risiko bencana tinggi.

Bupati Lumajang, yang akrab disapa Bunda Indah, mengatakan wilayahnya termasuk salah satu yang memiliki kerawanan bencana tertinggi di Jawa Timur.

Letak geografis lumajang yang kompleks, seperti Gunung Semeru yang masih aktif, pesisir yang rawan tsunami, dan area longsor memerlukan mitigasi menyeluruh.

Baca Juga: Fitriantimala Atlet Hapkido Kabupaten Pasuruan Raih Medali Emas dan Raihan Prestasi di Porprov IX Kota Malang

Dia menekankan, segala bentuk penambangan di pantai selatan harus dihentikan karena berlawanan dengan prinsip keselamatan masyarakat.

“Saya melarang keras penambangan di pantai selatan karena itu melawan logika keselamatan. Kita harus menghormati alam dan memahami potensi bahayanya,” tegas Bunda Indah.

Dalam masa darurat bencana, penyelamatan prioritas harus diberikan kepada ibu hamil, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

Baca Juga: Resepsi Yadnya Kasada 2025 di Pasuruan Menguatkan Nilai Toleransi dan Pelestarian Budaya Lereng Gunung Bromo

“Mereka harus jadi yang pertama diselamatkan, tapi juga harus dilatih untuk tangguh. Inilah makna inklusi dalam penanggulangan bencana,” tambahnya.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, mengungkapkan bahwa SIPENA LUSI dibangun berdasarkan analisis atas 14 jenis bencana di Jawa Timur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: lumajangkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X