• Sabtu, 18 April 2026

SPENDAGU Lumajang hadirkan MPLS ekologis, menanam pohon dan menumbuhkan kesadaran lingkungan di Antrukan Pawon sejak hari pertama sekolah.

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Senin, 21 Juli 2025 | 11:04 WIB
MPLS SPENDAGU Lumajang, Generasi Baru Peduli Alam dari Desa Gucialit (Foto: portalberita.lumajangkab.go.id)
MPLS SPENDAGU Lumajang, Generasi Baru Peduli Alam dari Desa Gucialit (Foto: portalberita.lumajangkab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - SMP Negeri 2 Gucialit di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memilih pendekatan inovatif dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2025 dengan fokus edukasi lingkungan.

Alih-alih melakukan kegiatan pengenalan biasa, lebih dari seratus siswa baru pada Sabtu, 19 Juli 2025 langsung diajak berinteraksi dengan alam di kawasan wisata Antrukan Pawon.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Lumajang, Siswa dibimbing menanam bibit pohon dan membersihkan sampah, memberikan pengalaman langsung tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Wali Kota Malang Hadiri Pelantikan HIPMI, Dorong UMKM Naik Kelas

Kegiatan ini diberi tajuk “SPENDAGU Peduli Lingkungan” sebagai bagian dari pembelajaran yang nyata dan membumi bagi para siswa baru.

Kepala SMP Negeri 2 Gucialit, Idam Djunaedi, menegaskan bahwa sekolah ingin membentuk siswa yang tidak hanya tahu, tetapi juga memiliki kepedulian dan aksi nyata terhadap alam.

“Kami ingin siswa tidak hanya tahu, tapi peduli dan bertindak. Alam adalah guru terbaik,” ujar Idam dengan penuh keyakinan.

Baca Juga: BBRI Diprediksi Naik 21 Persen, Ini Dampak Positif Program Koperasi Desa Merah Putih: Laba Kian Menjanjikan

Ini bukan sekadar aktivitas pengenalan sekolah, melainkan bentuk pendidikan lingkungan yang menyentuh pengalaman langsung dan membangun kesadaran ekologis sejak dini.

Selain penanaman pohon dan pengumpulan sampah, para siswa juga diajarkan memilah sampah dan menulis jurnal tentang pohon yang mereka tanam sebagai bagian dari metode pembelajaran experiential learning.

Metode pembelajaran ini membuat siswa lebih memahami efek konkret dari tindakan mereka terhadap lingkungan sekitar.

Baca Juga: Pesan Menyentuh Legislator Rendra MS untuk Atlet Kota Malang Usai Porprov: Bukan Soal Medali

Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa, camat, tokoh masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, hingga mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Brawijaya, memperlihatkan kolaborasi lintas pihak.

Kebutuhan untuk melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi salah satu pesan penting dari program ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: lumajangkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X