• Sabtu, 18 April 2026

Wakil Bupati Bangkalan Moh. Fauzan Ja’far Hadiri Program Bupati Sapa Masyarakat dan Fokus Atasi Infrastruktur serta Pengelolaan Sampah

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Selasa, 22 Juli 2025 | 13:15 WIB
Bangkalan Darurat Infrastruktur dan Sampah, Wabup Fauzan Ajak Warga di Burneh Sampaikan Aspirasi (Foto: bangkalankab.go.id)
Bangkalan Darurat Infrastruktur dan Sampah, Wabup Fauzan Ajak Warga di Burneh Sampaikan Aspirasi (Foto: bangkalankab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Wakil Bupati Bangkalan, Moh. Fauzan Ja’far, hadir dalam kegiatan “Bupati Sapa Masyarakat” yang digelar di Balai Desa Sobih, Kecamatan Burneh, pada Senin, 21 Juli 2025.

Kegiatan ini bertepatan dengan peluncuran penyaluran bantuan pangan dari Bulog yang diberikan secara simbolis kepada warga setempat oleh wakil bupati.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bangkalan, Program tersebut dirancang sebagai media untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat dan tokoh lokal di setiap kecamatan.

Baca Juga: Nyanyi Lagu Korea di Resepsi Megawati Hangestri, Emil Dardak Bikin Netizen Meleleh: “Sudden Shower!”

Dalam sambutannya, Fauzan mengatakan bahwa langkah ini merupakan tahap awal bagi pemerintah daerah untuk memahami kondisi nyata di lapangan.

“Pak Bupati ingin memotret kondisi nyata di lapangan. Dimulai dari tingkat kecamatan, sebelum turun langsung ke desa. Aspirasi masyarakat, kepala desa, dan tokoh setempat akan menjadi acuan kebijakan,” ujar Fauzan.

Fauzan menekankan pentingnya aspirasi dari berbagai lapisan masyarakat sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan daerah yang tepat sasaran.

Baca Juga: 446 Jemaah Haji Indonesia Wafat di 2025, Kemenkes Ungkap Penurunan Dibanding Tahun Lalu Meski Banyak Kendala

Dua masalah utama di Bangkalan yang menjadi sorotan adalah situasi darurat pada infrastruktur dan persoalan pengelolaan sampah.

Ia memaparkan bahwa lebih dari 80 persen jalan desa dan kabupaten berada dalam kondisi rusak berat yang membutuhkan perbaikan segera.

Sementara itu, masalah sampah masih ditangani secara insidental tanpa ada strategi jangka panjang yang memadai.

Baca Juga: Sal Priadi Tak Menyangka Dapat Rp114 Juta Royalti Setelah Gabung WAMI: “Aku Syukuri”

“Kita tidak ingin masalah sampah hanya diselesaikan seperti ‘pemadam kebakaran’. Pemerintah sedang mencari lahan minimal 5 hektare untuk pembangunan TPA dan pusat pengelolaan sampah terpadu, agar masalah ini bisa ditangani hingga 20–30 tahun ke depan,” tegas Fauzan.

Selain itu, Fauzan mengungkapkan keterbatasan fiskal daerah yang menghambat proses pembangunan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X