Mayoritas penerima bantuan adalah keluarga kurang mampu yang tergabung dalam Program Keluarga Harapan (PKH), termasuk lansia dan buruh harian yang sangat rentan terhadap fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Baca Juga: Jalan Mulus, Tiket Murah! Taman Nasional Bali Barat Tawarkan Pantai dan Satwa Langka Sekaligus!
“Lumajang harus menjadi kabupaten yang ramah terhadap kelompok rentan. Kalau kita tidak hadir untuk mereka, lalu untuk siapa pemerintah bekerja?” tandas Bunda Indah.
Kegiatan ini bukan hanya memperlihatkan keberpihakan pemerintah terhadap warga miskin, tetapi juga membuktikan bahwa pelayanan publik dapat dilakukan dengan sederhana namun bermakna.
Pemerintah daerah hadir tidak hanya dengan bantuan materi, tetapi juga dengan kehangatan, mendengarkan aspirasi rakyat, serta menumbuhkan harapan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Hari Anak Nasional, Pemkot Surabaya Kenalkan Gizi Sehat lewat Aktivitas Kebun Anak
Sebagai inisiatif pembangunan kesejahteraan sosial, program Setor Madu telah menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia dengan pendekatan yang menggabungkan pelayanan, penyerapan aspirasi, dan pendistribusian bantuan secara langsung.
Bunda Indah dan Mas Yudha berharap agar keberlanjutan dan kualitas pelayanan seperti ini terus ditingkatkan demi membangun budaya pelayanan yang merakyat dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Lumajang. (gha)
Artikel Terkait
AKBP Alex Sandy Siregar Terima Penghargaan Indonesia’s Most Visionary Leader 2025 atas Kepemimpinan Visioner di Lumajang
SPENDAGU Lumajang hadirkan MPLS ekologis, menanam pohon dan menumbuhkan kesadaran lingkungan di Antrukan Pawon sejak hari pertama sekolah.
Lumajang Sukses Gelar Open Pacuan Kuda Bhayangkara Cup II Dorong Olahraga Prestasi
Aston Inn Lumajang Hadir sebagai Ikon Baru Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Tapal Kuda Jawa Timur
Lumajang Tegaskan Peran Strategis dalam Peluncuran Nasional Kopdeskel Merah Putih untuk Penguatan Ekonomi Desa