• Sabtu, 18 April 2026

Pelatihan Assessment Risiko oleh DP3AP2KB Kota Blitar Bekali Guru Cegah Bullying dan Tingkatkan Perlindungan Anak di Sekolah

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Rabu, 23 Juli 2025 | 20:24 WIB
DP3AP2KB Kota Blitar Bekali Guru dengan Pelatihan Pencegahan Bullying (Foto: blitarkota.go.id)
DP3AP2KB Kota Blitar Bekali Guru dengan Pelatihan Pencegahan Bullying (Foto: blitarkota.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar mengadakan pelatihan assessment risiko lengkap bagi pendidik pada Senin (21/07/2025).

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Blitar, Kegiatan ini diselenggarakan di aula kantor dinas dengan melibatkan puluhan guru perwakilan dari jenjang SD dan SMP sederajat.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mendalam kepada para pendidik dalam mengenali dan menangani potensi kasus bullying serta kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Tekankan Disiplin Waktu, Dosen MMI Universitas Ma Chung Ini Kisahkan Pengalamannya Pimpin Sidang di Forum PBB hingga Buat Negara Lain Respek

Pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah kota guna menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

Sebanyak 50 guru yang tergabung dalam Satgas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) mengikuti pelatihan tersebut secara langsung.

Materi disampaikan oleh psikolog Ria Wahyuni dari lembaga pelatihan Geofira Gresik, yang mengajarkan cara penanganan korban bullying dan teknik pendekatan kepada pelaku bullying yang sesuai.

Baca Juga: Pulang dari Korea Selatan, Dosen Akuntansi Universitas Ma Chung Ini Ceritakan Pengalamannya Studi Doktoral di Yeungnam University Berkat Beasiswa

"Kita adakan pelatihan assessment risiko lengkap dengan sasaran perwakilan dari satuan pendidikan yang tergabung dalam tim penanganan dan pencegahan kekerasan anak," ujar Parminto, Kepala DP3AP2KB Kota Blitar.

Pelatihan ini diharapkan mampu membekali pendidik untuk melakukan assessment risiko secara menyeluruh terhadap anak-anak di sekolah.

Melalui peningkatan kewaspadaan ini, lingkungan belajar diharapkan menjadi lebih aman, ramah, dan bebas dari tindakan kekerasan serta bullying.

Baca Juga: Sindy Amani Kisahkan Pengalaman Kuliah di Sastra Inggris Universitas Ma Chung Bantu Karier Bermusiknya

Parminto menegaskan bahwa kemampuan guru dalam mengidentifikasi dan menangani risiko kekerasan sangatlah penting untuk mencegah permasalahan yang dapat berdampak negatif pada perkembangan anak.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Kota Blitar dalam melindungi hak anak agar bisa mengenyam pendidikan tanpa rasa takut dan mendapatkan perlindungan psikologis yang memadai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X