• Sabtu, 18 April 2026

Pekan Panahan Tradisional Pasuruan Sabet Medali Emas dan Prestasi di FORNAS VIII 2025 Kota Mataram

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Senin, 4 Agustus 2025 | 12:46 WIB
Pegiat Perpatri Pasuruan Raih Emas di FORNAS VIII 2025 Kota Mataram (Foto: pasuruankab.go.id)
Pegiat Perpatri Pasuruan Raih Emas di FORNAS VIII 2025 Kota Mataram (Foto: pasuruankab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Kontingen Jawa Timur berhasil meraih prestasi membanggakan dalam ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII tahun 2025. Ajang ini berlangsung di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 28 hingga 29 Juli 2025.

Tiga pegiat panahan tradisional dari Persatuan Panahan Tradisional Indonesia (PERPATRI) Kabupaten Pasuruan sukses mengantarkan Jawa Timur meraih medali emas.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Pasuruan, Ketiga atlet tersebut adalah Wagianto, Yahya Aziz, dan Bejo Yuliono yang turun di nomor beregu kategori Horsebow 50 meter.

Baca Juga: Eks Menag Suryadharma Ali Meninggal Dunia, DPP PPP Sampaikan Duka Mendalam

Pertandingan berlangsung di Stadion 17 Desember, Kota Mataram, dengan menghadirkan kompetisi sengit melawan tim Papua Barat dan Kota Samarinda.

Pelatih Perpatri Kabupaten Pasuruan, Khoiron Hadi, menuturkan bahwa lawan yang mereka hadapi merupakan tim unggulan yang berpotensi besar untuk meraih medali emas.

"Alhamdulillah lega rasanya, karena kita menghadapi Kota Samarinda yang notabene gudangnya juara perpatri ditambah Papua," kata Khoiron melalui sambungan ponselnya, Sabtu (2/8/2025).

Baca Juga: Kematian Diplomat Arya Daru, Polisi Ungkap Niat Bunuh Diri Sudah Terpendam Sejak Lama

Keberhasilan ini tidak lepas dari kekompakan, fokus, dan keyakinan para atlet sehingga Pasuruan mampu mengumpulkan poin tertinggi dan menempatkan diri sebagai juara pada nomor beregu tersebut.

Selain medali emas di nomor beregu, pegiat Yahya Aziz juga berhasil mendapatkan medali perak di kategori mixedbow, sementara Wagianto membawa pulang medali perunggu.

Khoiron memberikan harapan besar agar Pemerintah Kabupaten Pasuruan dapat menyediakan fasilitas latihan yang memadai.

Baca Juga: Viral Sopir Truk Dipalak Preman Rp100 Ribu di Tanah Abang, Warganet: Struknya Ajaib Nih, Bang!

Dia menjelaskan keterbatasan tempat latihan saat ini menjadi kendala bagi regenerasi atlet panahan tradisional, khususnya bagi kalangan anak-anak.

"Kami hanya punya 35 pegiat saja. Tapi untuk yang anak-anak masih belum ada karena keterbatasan tempat latihan. Mudah-mudahan Pak Bupati dapat memberikan tempat latihan yang representatif agar regenerasi nya terus bertambah," harapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: pasuruankab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X