Salah satu sopir truk, Putu, mengatakan antrean yang panjang menaikkan biaya operasionalnya.
"Harusnya bisa diberikan ke istri, habis untuk biaya makan di sini. Tapi barusan dapat nasi bungkus, saya ucapkan terima kasih atas bantuannya," ujarnya.
Dampak kemacetan tidak hanya dirasakan sopir dan warga sekitar, tapi juga sektor pariwisata dan kelancaran agenda resmi daerah.
Perjalanan wisatawan dan tamu undangan pun mengalami keterlambatan hingga mengundang keluhan.
Baca Juga: KPK Tegas: Amnesti Hasto Tak Akan Ganggu Perang Lawan Korupsi! Tak Ada Hiatus Penindakan
Untuk itu, Pemkab terus berkomunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi jangka panjang.
"Kami juga berterima kepada Forkopimda Banyuwangi, TNI, Polri, dan semua pihak yang telah bekerja keras berusaha mengatasi masalah ini. Semoga bisa segera terselesaikan," tutup Ipuk. (gha)
Artikel Terkait
Pemkab Banyuwangi Matangkan Persiapan Sekolah Rakyat Berbasis Asrama untuk Anak Miskin Mulai Tahun Ajaran 2025/2026
Pemkab Banyuwangi Tingkatkan Fasilitas Parkir dan Air Bersih di Taman Wisata Alam Gunung Ijen untuk Kenyamanan Wisatawan
Pemkab Banyuwangi Tangani Keluarga Korban Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali
Pemkab Banyuwangi dan Global Village Foundation Serahkan 25 Kursi Roda Adaptif untuk Anak Cerebral Palsy
Pemkab Banyuwangi Segera Bangun Jembatan Sementara untuk Roda Empat di Sungai Lembu, Pesanggaran