• Sabtu, 18 April 2026

Kolaborasi Forkopimda dan Ponpes Mambaul Ulum Bondowoso Perkuat Ketahanan Pangan lewat Penanaman Jagung Serentak

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Kamis, 7 Agustus 2025 | 14:24 WIB
Bupati Bondowoso dan Forkopimda Dukung Ketahanan Pangan dengan Tanam Jagung di Ponpes Mambaul Ulum (Foto: bondowosokab.go.id)
Bupati Bondowoso dan Forkopimda Dukung Ketahanan Pangan dengan Tanam Jagung di Ponpes Mambaul Ulum (Foto: bondowosokab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Penanaman jagung secara serentak dilakukan di Pondok Pesantren Mambaul Ulum yang terletak di Desa Kerang, Kecamatan Sukosari, Bondowoso, pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bondowoso, Kegiatan ini melibatkan seluruh santri dan ustadz yang bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional lewat kolaborasi berbagai unsur pemerintah dan masyarakat.

Program tersebut diinisiasi langsung oleh Kapolri dan digelar dengan kehadiran penting seperti Bupati Bondowoso H. Abdul Hamid Wahid, Komandan Kodim 0822 Bondowoso Letkol Arh Achmad Yani, Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono, serta perwakilan Forkopimda lainnya.

Baca Juga: Jalan Tengah Polemik Peternakan Babi di Jepara, Wagub Jateng: Pertimbangkan Relokasi demi Kondusivitas

Polres Bondowoso memilih Ponpes Mambaul Ulum sebagai salah satu lokasi strategis pelaksanaan penanaman jagung sebagai langkah mewujudkan ketahanan pangan.

Menurut Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono, “kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah strategi konkret untuk memperkuat sektor pertanian lokal melalui kolaborasi lintas sektor.”

Dukungan nyata diberikan Forkopimda dan masyarakat dengan menyediakan bibit jagung yang diserahkan kepada pesantren untuk dikelola secara produktif.

Baca Juga: Viral! Warga dan Satpol PP di Pati Cekcok soal Dugaan Penyitaan Air Mineral Donasi

Pengasuh Ponpes Mambaul Ulum, Nurul Jamal Habaib menyambut baik program ini karena selain memberi dampak ekonomi, juga membuka peluang kemandirian bagi pesantren.

Nurul Jamal menegaskan, “program ini tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga membuka peluang besar bagi kemandirian pesantren.”

Program pertanian jagung ini merupakan bagian dari transisi Ponpes menuju pola tanam modern yang lebih terukur dan berbasis ilmu pengetahuan.

Baca Juga: Minat Masyarakat Membludak, Mensesneg Buka Peluang Penambahan Kuota Undangan Upacara 17 Agustus di Istana

Pesantren Mambaul Ulum membuktikan bahwa institusi pendidikan agama juga bisa menjadi motor penggerak ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi di tingkat lokal.

Kegiatan perdana ini melibatkan area tanam seluas 1 hektare dari total lahan 3,5 hektare yang tersedia di pesantren tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X