Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Lukman menegaskan rencana besar Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk membangun industri penggilingan padi lokal.
“Ke depan, kami berencana memproduksi beras sendiri. Dengan demikian, Bangkalan akan memiliki produk beras lokal yang memberi nilai tambah ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya.
Gerakan Pangan Murah di Bangkalan tidak hanya berfungsi menjaga kestabilan harga, tetapi juga membuka jalan untuk tumbuhnya industri pertanian di daerah.
Dengan dukungan surplus produksi padi, pembangunan penggilingan, serta hadirnya pasar murah, Bupati optimistis Bangkalan mampu menjadi salah satu penopang pangan utama di Jawa Timur.
Baca Juga: 5 Jejak Finansial Warga Kelas Menengah: dari Cicilan Rumah hingga Dompet Dana Darurat
“GPM ini bukan hanya solusi sesaat, melainkan bagian dari strategi besar menjaga ketersediaan dan akses pangan, sekaligus memperkuat ekonomi petani lokal,” pungkas Bupati. (gha)
Artikel Terkait
Puluhan Warga Desa Mojorejo Antusias Menyambut Program Gerakan Pangan Murah untuk Stabilkan Harga Bahan Pokok di Bojonegoro
Gerakan Pangan Murah di Gresik Dorong Stabilitas Ekonomi dan Menekan Inflasi dengan Harga Terjangkau
Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa Pimpin Gerakan Pangan Murah Bersama Bulog, 9 Ton Beras SPHP Disalurkan di Pasar Murah Polres Magetan
Sekda Bondowoso Resmikan Gerakan Pangan Murah Beras SPHP di Alun-Alun untuk Jaga Stabilitas Harga
Dinas Kesehatan Bangkalan Gelar Imunisasi Campak Serentak di 22 Puskesmas untuk Cegah Penyebaran Kasus Baru