• Sabtu, 18 April 2026

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi Apresiasi Tradisi Khitanan Massal 65 Tahun dalam Peringatan Maulid Nabi di Kranggan

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Selasa, 9 September 2025 | 05:12 WIB
Khitanan Massal 65 Tahun di Kranggan, Bupati Yuhronur Efendi Apresiasi Tradisi Sosial dan Religius Warga (Foto: portal.lamongankab.go.id)
Khitanan Massal 65 Tahun di Kranggan, Bupati Yuhronur Efendi Apresiasi Tradisi Sosial dan Religius Warga (Foto: portal.lamongankab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menghadiri khitanan massal yang menjadi tradisi rutin warga Kranggan, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan, pada Jumat (5/9/2025).

Kegiatan yang digelar di Musholla NU Gang Ababil ini merupakan bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Lamongan, Khitanan massal di Kranggan telah menjadi kegiatan tahunan yang tidak pernah terputus sejak pertama kali digelar pada tahun 1960.

Baca Juga: Taman Gajah Bolong Bojonegoro Jadi Favorit Warga untuk Santai, Olahraga, dan Kebersamaan Keluarga

Warga setempat menjadikan acara ini sebagai bentuk penghormatan atas kelahiran Nabi Muhammad sekaligus wadah untuk memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Kehadiran Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, atau yang akrab disapa Pak Yes, menjadi dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap tradisi yang terus dilestarikan.

Dalam kesempatan itu, ia memberikan apresiasi kepada masyarakat yang konsisten menjaga khitanan massal sebagai bagian dari budaya sosial dan religius.

Baca Juga: Perjalanan Revita Khoirisalma dari Penonton Catur Kecil hingga Juara Porprov Jatim 2025

“Peringatan maulid nabi yang dikemas dengan kegiatan khitanan massal adalah hal yang positif. Selain dapat meningkatkan keimanan kepada Nabi Muhammad, juga bisa melakukan kegiatan sosial untuk masyarakat,” tutur Pak Yes.

Menurut penuturan Bupati, tradisi ini mengalami perkembangan dari masa ke masa. Jika dahulu pelaksanaannya dilakukan secara tradisional oleh ahli khitan, kini kegiatan tersebut telah melibatkan tenaga medis sehingga lebih aman dan terjamin kesehatannya.

Tahun ini menjadi catatan istimewa karena khitanan massal memasuki tahun ke-65 penyelenggaraan.

Baca Juga: Pemkot Malang Gelar Maulid Nabi dan Doa Bersama, Wali Kota Wahyu Hidayat Tekankan Persatuan dan Kedamaian Kota

Dalam sambutannya, Bupati Lamongan juga menegaskan pentingnya makna khitan bagi anak-anak yang mengikutinya.

Menurutnya, khitan tidak hanya bagian dari ibadah, tetapi juga menanamkan nilai kebersihan serta menjadi langkah penting dalam proses menuju kedewasaan. (gha)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: lamongankab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X