• Sabtu, 18 April 2026

Pemkab Bojonegoro gelar Operasi Pasar Murah di 30 titik sepanjang 2025 untuk jaga stabilitas harga dan bantu daya beli warga.

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Jumat, 12 September 2025 | 17:42 WIB
Pemkab Bojonegoro Gelar Operasi Pasar Murah di 30 Titik untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan (Foto: bojonegorokab.go.id)
Pemkab Bojonegoro Gelar Operasi Pasar Murah di 30 Titik untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan (Foto: bojonegorokab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dengan menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) sepanjang tahun 2025.

Program ini ditargetkan berlangsung di 30 titik sebagai upaya meringankan beban masyarakat di berbagai wilayah.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bojonegoro, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari, menyampaikan bahwa pelaksanaan OPM telah dimulai sejak 11 Maret dan dijadwalkan berlanjut hingga akhir tahun.

Baca Juga: Mahfud MD Ungkap Alasan Hukuman Mati Koruptor Belum Pernah Diterapkan di Indonesia

Setiap kegiatan digelar bergiliran di sejumlah desa pada tiap kecamatan agar jangkauan program lebih merata.

“Operasi Pasar Murah ini kami gelar secara bergiliran di beberapa wilayah, dengan harapan masyarakat dapat terbantu dalam memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujar Retno.

Pelaksanaan operasi pasar murah ini dilakukan melalui kerja sama antara Pemkab Bojonegoro dengan Bulog, Dinas Peternakan dan Perikanan, distributor, serta sejumlah swalayan lokal.

Baca Juga: AHY Minta Aksi Unjuk Rasa DPR Tidak Berujung Pengerusakan Fasilitas Umum

Komoditas yang disediakan meliputi beras, gula, minyak goreng, telur, mie instan, deterjen, sabun mandi, hingga kebutuhan pokok lainnya dengan harga lebih rendah dari pasaran.

Untuk agenda terdekat, OPM akan diselenggarakan pada 16 Oktober di Balai Desa Tlogohaji, Kecamatan Sumberrejo.

Lokasi ini dipilih karena menjadi salah satu titik strategis yang dapat menjangkau masyarakat luas di wilayah kecamatan.

Baca Juga: Demonstrasi Panas Depan DPR RI: Aksi #BubarkanDPR Gugat UU Kontroversial dan Tunjangan Pejabat

Pemkab Bojonegoro menekankan bahwa OPM bukan hanya bertujuan menjaga kestabilan harga pangan, tetapi juga untuk memperkuat daya beli masyarakat.

Program ini dinilai penting terutama menjelang hari besar keagamaan maupun periode tertentu ketika harga kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan. (gha)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: bojonegorokab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X