Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menambahkan bahwa tema kegiatan kali ini adalah Bangkit dari Rentan: Pangan Kuat, Generasi Sehat.
Ia menjelaskan, forum tersebut dimaksudkan untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat penerima manfaat serta menjadi aksi bersama menuju Bojonegoro bebas kerentanan pangan.
Selain pemberian bantuan, kegiatan juga dirangkai dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Stand GPM diikuti oleh DKPP, Disnakkan, Bulog, Forum IKM Jatim Bojonegoro, serta sejumlah UMKM lokal.
Baca Juga: Pemkot Malang Gandeng Ade Rai Gelar Seminar Kesehatan di MCC untuk Dorong Gaya Hidup Sehat
Komoditas yang dipasarkan antara lain gula seharga Rp15 ribu per kilogram, minyak goreng dengan harga Rp15 ribu hingga Rp17 ribu per liter, bawang putih Rp14 ribu per setengah kilogram, bawang merah Rp11 ribu per setengah kilogram, dan cabai Rp3 ribu per bungkus. Sejumlah warga terlihat antusias memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Ini termasuk murah selisih lumayan seribu dua ribu untuk bawang merah dan bawang putih,” ujar seorang warga, Ibu Ning.
Sebagai tindak lanjut, agenda Gerakan Pangan Murah berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 23 September 2025 di Kecamatan Kedewan.
Baca Juga: Kabar Duka: Ekonom Arif Budimanta Wafat di Usia 57 Tahun
Program ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan bahan pokok dengan harga terjangkau. (gha)
Artikel Terkait
Gerakan Pangan Murah di Surabaya, Khofifah dan Eri Cahyadi Tegaskan Distribusi Beras Stabil dan Harga Terkendali
Bupati Malang Sanusi dan Wakil Bupati Lathifah Hadiri Gerakan Pangan Murah untuk Stabilkan Harga Beras di 33 Kecamatan
Bupati Sanusi Pimpin Apel Jogo Kabupaten Malang, Doa Bersama, Peringatan Maulid Nabi dan Gerakan Pangan Murah Demi Indonesia Damai
Gerakan Pangan Murah di Pendopo Mojosari, Pemkab Mojokerto Pastikan Kebutuhan Pokok Terjangkau
Wali Kota Malang Tinjau Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Tunggulwulung, Harga Sembako Turun