• Sabtu, 18 April 2026

Gerakan Pangan Murah di Pendopo Mojosari, Pemkab Mojokerto Pastikan Kebutuhan Pokok Terjangkau

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Kamis, 4 September 2025 | 15:37 WIB
Surplus Beras 30 Ribu Ton, Pemkab Mojokerto Perkuat Stabilitas Harga Lewat Gerakan Pangan Murah (Foto: mojokertokab.go.id)
Surplus Beras 30 Ribu Ton, Pemkab Mojokerto Perkuat Stabilitas Harga Lewat Gerakan Pangan Murah (Foto: mojokertokab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Mojokerto kembali melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pendopo Kecamatan Mojosari, Rabu (3/9) pagi, sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok bagi masyarakat.

Kegiatan GPM ini memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau, sekaligus menekan inflasi di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Mojokerto, Dalam Gerakan Pangan Murah tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga lebih murah dibandingkan pasaran, seperti beras medium merek SPHP Rp57.500 per 5 kilogram, gula premium merek GMM Rp17.500 per kilogram, dan minyak goreng kemasan Minyakita Rp15.000 per liter.

Baca Juga: Rampung dan Siap Huni, Puguh DPRD Jatim Kawal Renovasi RTLH agar Tepat Sasaran dan Berkualitas

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan GPM dilakukan atas arahan Bupati Mojokerto untuk hadir di tengah masyarakat.

“Pelaksanaan GPM ini dilakukan dalam upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi di Kabupaten Mojokerto. Ini dilakukan atas perhatian Pak Bupati untuk memastikan masyarakat bisa membeli dan tidak kesulitan dalam memperoleh beras,” ungkap Nurul.

Ia menambahkan bahwa Gerakan Pangan Murah kali ini digelar serentak di 18 kecamatan, sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan sebelumnya yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Baca Juga: Pasha Ungu Akhirnya Buka Suara soal Momen Viral Tak Ikut Joget di Sidang Tahunan MPR

Nurul menjelaskan bahwa pada Sabtu lalu, masing-masing kecamatan dijatah 2 ton beras, sedangkan khusus di Kecamatan Pungging mencapai 7 ton.

Di Mojosari, 2 ton beras yang dibagikan sebelumnya habis dalam sekejap karena berbarengan dengan kegiatan jalan sehat, sehingga pada pelaksanaan kali ini distribusi beras ditambah menjadi 5 ton.

Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah akan terus digalakkan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di daerah.

Baca Juga: Dorong IKM Otomotif Naik Kelas, Kemenperin Andalkan Material Center Purbalingga untuk Rantai Pasok Global

“Gerakan Pangan Murah ini diselenggarakan di 18 pendopo kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto. Ini yang kedua, yang pertama hari Sabtu kemarin. Kita ingin mengendalikan harga-harga bahan pokok yang semakin tinggi,” tutur Bupati.

“Intinya, Gerakan Pangan Murah ini adalah untuk menstabilkan harga-harga pangan. Karena pangan menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat, sementara banyak harga bahan pokok yang melambung, kita ingin menstabilkan harga tersebut agar harga-harga bahan pokok di Kabupaten Mojokerto menjadi stabil,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: mojokertokab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X