• Sabtu, 18 April 2026

Rembuk Perempuan Banyuwangi Dorong Pemberdayaan, Literasi dan Partisipasi Politik

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Selasa, 30 September 2025 | 10:00 WIB
Banyuwangi Fokus Kembangkan Literasi, Politik, dan Perlindungan Perempuan (Foto: banyuwangikab.go.id)
Banyuwangi Fokus Kembangkan Literasi, Politik, dan Perlindungan Perempuan (Foto: banyuwangikab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Banyuwangi menggelar forum “Rembuk Perempuan” sebagai salah satu upaya Pemkab menyerap aspirasi kaum perempuan dalam pembangunan daerah.

Acara berlangsung di aula Minak Jingggo Kantor Pemkab Banyuwangi pada Senin (29/9/2025) dengan menghadirkan 55 peserta perempuan dari berbagai organisasi.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Banyuwangi, Peserta yang hadir berasal dari Fatayat dan Muslimat NU, Nasyiatul Aisyiyah Muhammadiyah, Wanita Bamag, Perkumpulan Perempuan Katholik Banyuwangi, Perkumpulan Wanita Budha, IWAPI Banyuwangi, kader Posyandu, akademisi, dan aktivis perempuan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Ubah Bekas Kolam Renang Eks THR Jadi Lapangan Mini Soccer dan Padel untuk Dongkrak PAD Kota

Dalam forum ini, berbagai permasalahan perempuan dibahas untuk menemukan solusi yang kemudian diimplementasikan dalam program pembangunan.

Bupati Banyuwangi, Ipuk, menekankan pentingnya Rembuk Perempuan dalam merancang program pembangunan.

“Kaum perempuan merupakan bagian penting dalam berjalannya proses pembangunan di Banyuwangi, bahkan perempuan memiliki peran besar di banyak sektor mulai UMKM, bidang pendidikan dan kesehatan. Karenanya kami berkomitmen untuk mengakomodir sesuai dengan skala prioritas,” kata Bupati Ipuk.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Gandeng Wahana Visi Indonesia Tanam 1.000 Mangrove dan Bersihkan Sampah Pesisir Wonorejo

Bupati Ipuk menambahkan, forum ini diharapkan mampu meningkatkan kemajuan dan kemandirian perempuan di Banyuwangi.

“Kami berharap pertemuan ini serta hasil rekomendasi yang telah disampaikan akan membuat perempuan Banyuwangi semakin maju dan berdaya,” imbuhnya.

Isu yang dibahas dalam forum dikelompokkan menjadi empat kluster, yaitu literasi keuangan, kekerasan perempuan dan pernikahan dini, pengasuhan keluarga, serta partisipasi perempuan dalam politik.

Baca Juga: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Dorong Gerakan Ngalam Rijik untuk Jaga Sungai Metro dan Wujudkan Kota Bebas Banjir 2028

Dalam kluster literasi keuangan dan kewirausahaan, masalah yang muncul antara lain pelatihan literasi keuangan yang belum menjangkau seluruh perempuan, keterbatasan pelatihan marketing, serta akses modal dan manajemen usaha.

Eko Setyowati, perwakilan Perempuan Budha, menyampaikan rekomendasi forum terkait literasi keuangan dan kewirausahaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: banyuwangikab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X