Menurut Bupati Ipuk Fiestiandani, ajang Sail to Indonesia menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Banyuwangi kepada wisatawan internasional serta memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia.
Baca Juga: Live Arena Festival Malang 2025 Siap Hadirkan Pengalaman Audio Kelas Dunia
“Kehadiran rombongan kapal yacht Sail to Indonesia 2025 suatu kehormatan bagi kami. Selamat menikmati keindahan dan pengalaman berlayar di Banyuwangi,” ujarnya.
Belum sempat menjelajahi seluruh destinasi, para peserta ekspedisi mengaku sudah terpesona dengan panorama Pantai Marina Boom, terutama pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan di ufuk barat Banyuwangi.
“Saya sangat suka dengan keindahan pemandangan di disini (Pantai Boom). Melihat sunset yang indah. Nanti malam kami juga akan menaiki Ijen dan melihat sunrise di sana,” kata Janey, yachter asal Inggris.
Selain menjelajahi Gunung Ijen, para yachter juga berencana mengunjungi sejumlah objek wisata unggulan Banyuwangi, seperti Pulau Merah yang terkenal dengan pantai eksotisnya, serta Pantai Plengkung (G-Land) yang menjadi surga bagi para peselancar dunia.
“Kami sangat menikmati waktu di sini. Kota ini benar-benar menakjubkan, dan makanannya luar biasa lezat. Sepertinya kami akan tinggal di Banyuwangi satu hingga dua minggu lagi,” kata Tom, suami Janey.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo Properti Indonesia, Fitria Kartika Sari, menjelaskan bahwa Banyuwangi dipilih sebagai salah satu titik singgah karena memiliki daya tarik wisata yang kuat serta posisi geografis yang strategis sebagai gerbang pelayaran internasional di ujung timur Pulau Jawa.
Baca Juga: BUMN Jadi Badan: DPR Setuju, Menpan RB Pastikan ASN Tetap Aman
Fitria menambahkan, sebagian besar peserta tahun ini merupakan wajah baru yang belum pernah berkunjung ke Banyuwangi.
Antusiasme tinggi para yachter menunjukkan bahwa daerah ini semakin dikenal sebagai destinasi wisata bahari yang ramah dan penuh kehidupan.
“Ini adalah semangat Sunrise of Java, terang, menyambut, dan penuh dengan kehidupan. Semoga para yachters yang masih berada di Bali, Lombok, maupun Labuan Bajo bisa mampir ke Banyuwangi dan mengunjungi sebanyak-banyaknya destinasi wisata yang ada di sini,” ungkap Fitria.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Raymond T. Lesmana, penyelenggara International Yacht Rally, yang menilai Banyuwangi memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai tujuan utama pelaut dari Australia Barat.
Artikel Terkait
Boom Marina Banyuwangi Siap Menjadi Pelabuhan Yacht Internasional dengan TPI Pertama demi Meningkatkan Pariwisata Indonesia
Wisata Kapal Listrik Mewah di Pantai Marina Boom Banyuwangi Menawarkan Pengalaman Jelajah Perairan dengan Harga Terjangkau
PP 28/2025 Resmi Diterapkan di Banyuwangi, Mempermudah Proses Perizinan dan Mendukung Pertumbuhan Investasi
Banyuwangi Pamerkan Produk UMKM dan Budaya Osing dalam Misi Dagang Jawa Timur–Sumatera Selatan di Palembang
Wings Air Tambah Jadwal Penerbangan Surabaya–Banyuwangi Jadi Tiga Kali Seminggu Mulai 9 Oktober 2025