WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Tim Penggerak (TP) PKK terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan lahirnya Generasi Emas 2045 melalui penguatan pendidikan keluarga yang berkelanjutan.
Setelah sukses menggelar Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) bagi orang tua dengan anak usia dini, kini pemkot melanjutkan langkahnya dengan menghadirkan program baru bertajuk Kemangi.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Surabaya, Program SOTH dikenal sebagai wadah pembelajaran parenting yang dirancang untuk memberikan pemahaman tentang pola asuh anak usia 0 hingga 5 tahun.
Melalui 14 kali pertemuan tatap muka, peserta mendapatkan berbagai ilmu seputar pengasuhan, tumbuh kembang anak, hingga pembentukan karakter sejak usia dini.
Keberhasilan program tersebut mendorong Pemkot Surabaya untuk memperluas cakupan pendidikan keluarga lewat program lanjutan yang lebih menyasar orang tua dengan anak usia remaja.
Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, menjelaskan bahwa Kemangi merupakan singkatan dari Kelas Remaja, Orang Tua Tangguh, Kreatif, Kota Surabaya. Program ini difokuskan untuk mendampingi para orang tua yang memiliki anak berusia 10 hingga 18 tahun.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Buka Grup WA Aduan untuk Masyarakat, Bongkar Oknum Pajak dan Bea Cukai Nakal!
“Kemangi itu Kelas Remaja, Orang Tua Tangguh, Kreatif, Kota Surabaya. Intinya program ini untuk orang tua yang anaknya remaja. Kalau SOTH itu kan untuk usia 0–5 tahun, kalau Kemangi untuk anak-anak usia 10–18 tahun,” ujar Bunda Rini, Rabu (15/10/2025).
Menurut Bunda Rini, masa remaja merupakan fase yang sangat krusial karena anak mulai bertransisi menuju kedewasaan.
Pada usia ini, anak mulai mencari jati diri dan sering merasa sudah mandiri, sehingga membutuhkan perhatian serta bimbingan yang intensif dari orang tua.
Baca Juga: Kemlu RI Umumkan Jadwal Pemulangan Jenazah Staf KBRI di Peru yang Jadi Korban Penembakan Misterius
“Usia ini mulai beranjak remaja, mulai merasa dirinya sudah dewasa. Nah, ini perlu pendampingan agar orang tua yang memiliki anak usia-usia tersebut bisa mendampingi,” katanya.
Lebih lanjut, Bunda Rini menuturkan bahwa menjadi orang tua di era digital tidaklah mudah. Perubahan teknologi yang begitu cepat membuat tantangan pengasuhan anak masa kini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya.
Artikel Terkait
Pemkot Surabaya Gandeng Komunitas Mural Atasi Vandalisme dan Perindah Ruang Publik Kota
Pemkot Surabaya Lakukan Pendataan dan Mitigasi Bencana untuk Semua Pondok Pesantren
Pemkot Surabaya Gandeng Densus 88 Perkuat Sinergi Sekolah dan Keluarga dalam Cegah Radikalisme Anak di Era Digital
Pemkot Surabaya Kembangkan SITALAS Berbasis AI untuk Perkuat Data Kota Layak Anak Menuju Predikat Dunia
Pemkot Surabaya Wisuda 800 Peserta Sekolah Orang Tua Hebat untuk Perkuat Peran Keluarga dalam Cetak Generasi Emas 2045