“Anak Gen Z dan Gen Alpha, zamannya berbeda, tantangannya juga berbeda. Salah satunya, kenakalannya bukan lagi sekadar bolos sekolah atau berantem karena lomba sepak bola. Tapi sekarang sudah cenderung ke hal-hal yang bersinggungan dengan pidana,” jelasnya.
Baca Juga: Mahfud MD Puji Langkah Berani Menkeu Purbaya: Tak Naikkan Pajak dan Tegas Berantas Korupsi
Melihat kondisi tersebut, Rini menekankan pentingnya peran orang tua sebagai pendamping utama bagi anak di rumah.
Ia menyebut bahwa waktu belajar di sekolah hanya berlangsung beberapa jam, sementara sebagian besar waktu anak dihabiskan di lingkungan keluarga.
“Anak-anak itu sekolah hanya beberapa jam, tapi lebih banyak waktunya di rumah. Jadi ketika orang tua siap menjadi pendamping dan support system terbaik, mereka bisa tahu bagaimana menjadi orang tua Gen Z. Harus jadi partner yang bisa diajak ngobrol,” tuturnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak agar hubungan keluarga tetap harmonis.
Menurutnya, anak-anak membutuhkan ruang aman untuk bercerita, sehingga orang tua perlu hadir sebagai tempat curhat yang dapat dipercaya.
“Orang tua harus ada ketika anak-anak butuh curhat. Jangan sampai anak salah tempat curhat. Hal-hal seperti itu yang kita dampingi dalam program ini,” ujarnya.
Melalui Program Kemangi, TP PKK Kota Surabaya berupaya menciptakan ruang interaksi dan pembelajaran bersama antar orang tua.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi ilmu, tetapi juga wadah untuk saling bertukar pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan pengasuhan di era modern.
Rini menambahkan bahwa pelaksanaan awal Program Kemangi akan dimulai di 31 kecamatan di Surabaya.
Baca Juga: Kasus Narkoba Ammar Zoni Terkuak, Diduga Jadi Pengedar di Dalam Lapas Sejak Januari 2025
Setelah berjalan di tingkat kecamatan, kegiatan ini akan diperluas ke wilayah kelurahan dan Balai RW agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Artikel Terkait
Pemkot Surabaya Gandeng Komunitas Mural Atasi Vandalisme dan Perindah Ruang Publik Kota
Pemkot Surabaya Lakukan Pendataan dan Mitigasi Bencana untuk Semua Pondok Pesantren
Pemkot Surabaya Gandeng Densus 88 Perkuat Sinergi Sekolah dan Keluarga dalam Cegah Radikalisme Anak di Era Digital
Pemkot Surabaya Kembangkan SITALAS Berbasis AI untuk Perkuat Data Kota Layak Anak Menuju Predikat Dunia
Pemkot Surabaya Wisuda 800 Peserta Sekolah Orang Tua Hebat untuk Perkuat Peran Keluarga dalam Cetak Generasi Emas 2045