• Sabtu, 18 April 2026

Menjelang Seperempat Abad, Kota Batu Teguhkan Jati Diri “Kota Bernuansa Desa” Lewat Sarasehan Refleksi Lintas Generasi

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Jumat, 17 Oktober 2025 | 06:15 WIB
Pokja Kota Batu Gelar Sarasehan Refleksi 24 Tahun, Tekankan Pentingnya Konsep “Kota Bernuansa Desa” (Foto: batukota.go.id)
Pokja Kota Batu Gelar Sarasehan Refleksi 24 Tahun, Tekankan Pentingnya Konsep “Kota Bernuansa Desa” (Foto: batukota.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Menjelang peringatan 24 tahun berdirinya sebagai daerah otonom, Kota Batu menggelar sarasehan bertajuk “Refleksi Menuju Seperempat Abad Kota Batu Sebagai Daerah Otonom.”

Kegiatan yang diprakarsai oleh Kelompok Kerja (Pokja) Peningkatan Status Kota Batu ini menjadi wadah refleksi sejarah, kritik, dan harapan terhadap arah pembangunan kota yang identik dengan nuansa pedesaannya.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Batu, Acara sarasehan tersebut berlangsung di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, pada Selasa (14/10), dengan dihadiri berbagai tokoh akademisi, pegiat sejarah, dan pemangku kebijakan daerah.

Baca Juga: Bupati Lamongan Yuhronur Efendi Terima Penghargaan Primaniyarta 2025 atas Dedikasi Mendukung Ekspor Daerah dan UMKM

Kegiatan ini menghadirkan narasumber ternama seperti Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, serta Ketua Advokasi Pokja Peningkatan Status Kota Batu, Dr. Slamet Hendro Kusumo.

Diskusi berjalan dinamis di bawah panduan moderator Dr. Slamet Muchsin, M.Si, Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Islam Malang (UNISMA).

Ketua Panitia, Drs. Sumiantoro, dalam laporannya menjelaskan bahwa sarasehan tersebut bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan juga sebagai momentum untuk meneguhkan kembali semangat awal berdirinya Kota Batu.

Baca Juga: Wabup Asluchul Alif Kukuhkan Pengurus KIPAN Gresik 2025–2027, Tegaskan Peran Pemuda dalam Perangi Narkoba

Ia berharap agar para pemimpin Kota Batu saat ini mampu melanjutkan perjuangan pendahulu dengan visi yang berpihak pada masyarakat dan berpandangan jauh ke depan.

“Pokja harus selalu menjaga watak kritisnya. Saat dulu peningkatan status Kota Batu, kami ditanya apakah siap bertanggung jawab. Kami siap, dan kami ingin terus menjaga Kota Batu ke depan,” ujarnya.

Ketua Presidium Pokja, Andrek Prana, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada seluruh tokoh dan pemimpin Kota Batu dari masa ke masa, mulai dari Imam Kabul hingga Aries Agung Paewai.

Baca Juga: Pemkab Bojonegoro Perkuat Ekonomi Desa Lewat Koperasi Merah Putih, Dorong Kemandirian dan Gotong Royong Masyarakat

Ia menilai bahwa perjalanan pembangunan Kota Batu masih menghadapi tantangan karena belum memiliki arah pembangunan yang berkelanjutan dan konsisten.

“Kota Batu tidak punya konsep yang jelas, konsep yang bisa melindungi wilayah dan diikuti siapapun wali kotanya. Padahal dulu, kami membawa satu konsep sederhana tapi kuat: ‘Batu Kota Bernuansa Desa’,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X