Andrek menekankan bahwa filosofi “Batu Kota Bernuansa Desa” harus dijaga sebagai roh pembangunan daerah. Menurutnya, budaya, sejarah, dan karakter pedesaan yang melekat di Kota Batu merupakan identitas yang harus dilestarikan.
Ia juga mengumumkan rencana reorganisasi Pokja agar lebih terbuka dan inklusif dengan melibatkan peran generasi muda dalam menjaga visi pendirian kota.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan pelayanan publik, Polres Kota Batu memberikan kado istimewa untuk ulang tahun ke-24 Kota Batu berupa Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di tingkat kecamatan.
Fasilitas ini rencananya akan diresmikan sehari setelah sarasehan berlangsung, sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Wali Kota Batu, Nurochman, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya menjaga semangat pendirian Kota Batu yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.
Ia menegaskan bahwa karakter “Batu Kota Bernuansa Desa” merupakan identitas yang harus terus dipertahankan di tengah arus modernisasi dan perkembangan zaman.
“Kita berterima kasih pada para pendahulu yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi kota ini. Momentum hari jadi ke-24 adalah saat untuk merefleksikan apakah kita sudah berjalan sesuai harapan pendirian Kota Batu,” ujar Nurochman.
Baca Juga: Ammar Zoni Diduga Kendalikan Peredaran Sabu dari Balik Rutan Salemba, Peluang Bebas Kini Sirna
Ia juga menambahkan pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor tanpa melupakan akar budaya masyarakat Kota Batu.
“Mari membangun Kota Batu dengan karakteristik kita sendiri. Jadilah orang yang mengendorse Kota Batu dengan cara apa pun, dari tutur, media sosial, hingga tindakan nyata. Kolaborasi adalah kunci,” tambahnya.
Melalui kegiatan sarasehan yang mempertemukan tokoh masyarakat, akademisi, dan pemerintah daerah ini, diharapkan lahir kesepahaman baru mengenai arah pembangunan Kota Batu ke depan.
Baca Juga: DPR Sentil Menkeu Purbaya: Fokus ke Ekonomi, Kurangi Komentar soal Kementerian Lain
Refleksi menjelang seperempat abad berdirinya Kota Batu ini menjadi momen penting untuk meneguhkan kembali jati diri kota yang berlandaskan harmoni alam, budaya lokal, dan semangat gotong royong dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. (gha)
Artikel Terkait
Dari Warung Sederhana, Pecel Ndoweh Kini Jadi Kuliner Favorit di Kota Batu Berkat Dukungan BRI
Wali Kota Batu Pimpin Doa Bersama dan Deklarasi Damai untuk Korban Demonstrasi Nasional
Ribuan Warga Kota Batu Ikut World Cleanup Day 2025 Demi Lingkungan Bersih Menuju Zero Waste
Ribuan Warga Kota Batu Turun Tangan Bersih-Bersih Serentak di World Cleanup Day 2025
Indomaret dan Cussons Dorong Percepatan Penurunan Stunting Balita Lewat Posyandu Kota Batu