WartaJatim.CO.ID - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Perumahan Biting, Desa Kutorenon, mulai mengadopsi aplikasi GrabMerchant untuk memperluas jangkauan pemasaran produk mereka.
Langkah ini bertujuan meningkatkan omzet sekaligus menarik lebih banyak pelanggan melalui sistem pemesanan digital.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Lumajang, Inisiatif penggunaan teknologi digital ini lahir dari pendampingan mahasiswa KKN Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Widya Gama Lumajang kepada pelaku UMKM di desa setempat.
Baca Juga: Bawaslu Bondowoso Tingkatkan Keterbukaan Informasi Publik Melalui Penguatan PPID dan JDIH
Program pendampingan ini fokus pada peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam pencatatan keuangan, strategi pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital.
“Saya dan beberapa pelaku UMKM diundang oleh mahasiswa KKN Widya Gama pada Agustus 2025 lalu untuk membahas berbagai kendala usaha. Saya menyampaikan kesulitan dalam hal pemasaran, kemudian dibantu mendaftarkan usaha saya ke aplikasi GrabMerchant,” ujar Devi, pelaku UMKM kue terang bulan, saat ditemui di Perumahan Biting, Senin (21/10/2025).
Aplikasi GrabMerchant memudahkan pengelolaan operasional UMKM, mulai dari pengaturan menu, harga, foto produk, jadwal penjualan, hingga penerimaan pesanan secara otomatis.
Selain itu, aplikasi ini menyediakan laporan transaksi harian dan bulanan yang lengkap, sehingga pelaku usaha dapat memantau performa usaha secara efektif.
“Setiap kali ada pesanan, ponsel saya berdering. Waktu pengambilan oleh mitra Grab bisa diatur sesuai jumlah pesanan. Kalau pesanannya banyak, bisa saya atur 20 menit kemudian. Pembeli juga bisa memberi ulasan atas produk kami,” jelas Devi.
Devi menambahkan, sistem GrabMerchant memudahkan pengaturan biaya tambahan untuk layanan pengantaran sehingga harga jual produk tetap utuh.
Baca Juga: Sjafrie Sjamsoeddin Resmi Gantikan Budi Gunawan, Siap Rangkap Jabatan Menko Polkam dan Menhan
“Selain menambahkan biaya jasa pengiriman 20 persen dari harga produk, keuntungan usaha kami tetap terjaga tanpa terpotong ongkos kirim,” jelasnya.
Pemanfaatan aplikasi digital ini mendorong pelaku UMKM di Kutorenon mulai meninggalkan sistem pemasaran tradisional dan beralih ke bisnis online.
Artikel Terkait
Bupati Lumajang Indah Amperawati Hadiri Temu Lapang dan Panen Tembakau di Tempeh Tengah
Donor Darah di Desa Tempeh Tengah: Program Sosial PMI Lumajang Dapat Respons Positif
Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah, Bunda Indah Dorong Pangan Lokal Lumajang Berkembang
Bupati Lumajang Dorong Inovasi Produk Pisang dan Ubi Jalar sebagai Simbol Identitas Daerah
Bupati Lumajang Dorong Gerakan Jus Tomat untuk ASN Demi Stabilkan Harga Petani Lokal