• Sabtu, 18 April 2026

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Tegaskan Kualitas Makanan MBG Harus Higienis dan Aman

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Selasa, 28 Oktober 2025 | 05:30 WIB
Kasus Keracunan MBG, Pemkab Banyuwangi Dorong SPPG Terapkan SOP dan Sertifikasi SLHS (Foto: banyuwangikab.go.id)
Kasus Keracunan MBG, Pemkab Banyuwangi Dorong SPPG Terapkan SOP dan Sertifikasi SLHS (Foto: banyuwangikab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk lebih mengutamakan kualitas makanan dalam program Makan Bergizi (MBG) yang disediakan bagi anak-anak di kabupaten tersebut.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan kasus keracunan yang diduga akibat konsumsi MBG di dua sekolah dalam sepekan terakhir.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Banyuwangi, Kedua sekolah yang mengalami kasus keracunan tersebut menerima suplai MBG dari SPPG yang berbeda, di mana salah satu SPPG telah ditutup sementara, sementara yang lain sedang menjalani proses pemeriksaan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Umumkan Kampung Haji Indonesia di Makkah: Arab Saudi Ubah Aturan Demi RI

"Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar teman-teman pengelola SPPG tidak mengulangi kesalahan yang sama. Mungkin memang tidak disengaja, tapi kalau proses dan SOP-nya dijalankan dengan benar, bisa dihindari," kata Ipuk saat meninjau salah satu SPPG di Kecamatan Giri, Senin (27/10/2025).

Ipuk menekankan, Standar Operasional Prosedur (SOP) di setiap SPPG harus diterapkan secara maksimal agar seluruh proses penyediaan MBG berjalan sesuai aturan dan higienis.

Ia juga meminta agar setiap menu MBG yang disajikan memiliki kualitas baik dan aman dikonsumsi oleh anak-anak.

Baca Juga: Isu Perang Dingin Purbaya vs Luhut di Sidang Kabinet, Terkuak Beda Pandangan soal Whoosh hingga Family Office

"Dengan demikian nisa dinikmati anak-anak, dengan menu yang bervariasi. Mudah-mudahan program ini bisa terus berjalan dengan baik," harap Ipuk.

Pemkab Banyuwangi mendorong agar seluruh SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sesuai keputusan terbaru Kementerian Kesehatan yang mewajibkan dapur MBG memiliki sertifikasi dari pemerintah daerah setempat.

Selain itu, pengelolaan sanitasi di SPPG harus dilakukan dengan baik, termasuk pengelolaan limbah yang harus dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Baca Juga: Menkeu Purbaya Singgung Pemerintahan Orde Baru, Sebut Kendali Inflasi Jadi Jurus Politik Paling Efektif

Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo untuk mendukung pemenuhan gizi anak dan siswa, sehingga pelaksanaannya harus maksimal.

"Semoga program MBG di Banyuwangi bisa berjalan lancar dan membawa manfaat. Anak-anak bisa menikmati menu-menu yang diberikan tanpa ada lagi isu terkait makanan sisa, makanan yang dibuang, atau bahkan kasus keracunan," sambung Ipuk.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: banyuwangikab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X