WartaJatim.CO.ID - Banyuwangi akan segera melaksanakan perluasan program pengelolaan sampah sirkular dengan pembangunan dua Stasiun Peralihan Antara (SPA) yang masing-masing memiliki kapasitas 50 ton per hari.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Banyuwangi, Dukungan untuk proyek ini datang dari Clean Rivers dan Pemerintah Uni Emirat Arab (UAE).
Perjanjian pendanaan untuk proyek tersebut telah ditandatangani pada World Governments Summit 2025 yang berlangsung di Dubai pada 12 Februari lalu.
Baca Juga: Pendaftaran UMPTKIN 2025 Resmi Dibuka! Simak Jadwal dan Syarat Lengkapnya di Sini
Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Stasiun Peralihan Antara (SPA) akan berfungsi sebagai titik pengumpul sementara antara sumber asal sampah dan fasilitas pengolahan akhir.
Fasilitas ini dirancang untuk melakukan pengolahan awal sampah, termasuk pengumpulan, pemilahan dasar, dan pengolahan awal.
Baca Juga: Indonesia Tertinggi di ASEAN dalam Tingkat Pengangguran, Capai 5,2 Persen
Tujuan utama dari pembangunan SPA adalah untuk mengurangi volume sampah dan meningkatkan efisiensi transportasi menuju tempat pengolahan akhir.
Dengan adanya SPA, sampah yang dikirim ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) akan lebih terpilah dan terkelola dengan baik.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan bahwa tim dari UAE dan Clean Rivers akan mengunjungi Banyuwangi bulan depan.
Baca Juga: Direktur Pemberitaan Jak TV Bantah Tuduhan Perintangan Kasus PT Timah dan Impor Gula
“Mereka akan melihat langsung kesiapan dan komitmen daerah pada project pembangunan SPA. Rencananya, pembangunan konstruksi SPA akan dimulai segera setelah kunjungan tersebut,” kata Ipuk pada Selasa (22/4/2025).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dwi Handayani, menambahkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi lahan untuk pembangunan SPA.