“SPA ini masing-masing berkapasitas menampung 50 ton sampah per hari. Angka ini sekitar produksi sampah dari 850 ribu warga,” jelas Yani, sapaan akrabnya.
SPA akan berperan sebagai terminal pendukung bagi fasilitas TPST dan TPS3R, sehingga pengolahan sampah di Banyuwangi menjadi lebih efisien.
Lintong Manik, Senior Program Manager Banyuwangi Hijau, menjelaskan bahwa pembangunan SPA merupakan bagian dari fase ketiga pengelolaan sampah sirkular di Banyuwangi.
Fase pertama telah berhasil dilaksanakan dengan berdirinya TPS3R Balak di Kecamatan Songgon, yang melayani 44 desa untuk sekitar 250 ribu jiwa dengan kapasitas 84 ton sampah.
Baca Juga: UM-PTKIN 2025 Resmi Dibuka: Peluang Emas Masuk UIN, IAIN, dan STAIN Seluruh Indonesia
Fase kedua adalah pembangunan TPS3R di wilayah Karetan, Kecamatan Purwoharjo, yang direncanakan menjangkau delapan kecamatan dan melayani 37 desa untuk 250 ribu warga dengan kapasitas pengelolaan sekitar 160 ton per hari.
“Nah di fase ketiga ini, kami akan membangun SPA dengan target bisa menjangkau 850 ribu penduduk. Sehingga total penduduk Banyuwangi yang akan terlayani oleh program sampah sirkular daerah mencapai hampir 1,4 juta jiwa,” kata Lintong.
Dengan dukungan internasional dan komitmen pemerintah lokal, pembangunan dua Stasiun Peralihan Antara di Banyuwangi diharapkan dapat membawa perubahan signifikan terhadap kualitas lingkungan hidup.
Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kelestarian alam secara berkelanjutan di kawasan Jawa Timur bagian timur. (gha)
Artikel Terkait
Kota Batu Berkomitmen pada Lingkungan: Evaluasi Program Pengelolaan Sampah oleh Wakil Wali Kota
Eddy Soeparno Tinjau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Benowo Surabaya untuk Solusi Pengelolaan Sampah di Indonesia
Pemkab Banyuwangi Resmikan Shelter Khusus Pemerlu Atensi Sosial untuk Pendampingan Anak Punk, ODGJ, dan Pengamen Jalanan
Kampung Lobster Banyuwangi: Pusat Budidaya dan Kuliner Lobster yang Sukses Ekspor ke Tiongkok dan Taiwan
Pemberdayaan Perempuan di Banyuwangi: Komitmen Bupati Ipuk Fiestiandani di Hari Kartini 2025