WartaJatim.CO.ID - Tim gabungan dari Yon Zipur 10 Pasuruan, Intel Kodim 0819 Pasuruan, dan Koramil Gempol resmi mengakhiri proses penyisiran serpihan amunisi yang tersisa dari truk TNI yang terbakar di Tol Gempol Km 774 arah Pandaan.
Penyisiran dilakukan mulai hari pertama setelah kejadian hingga hari keenam, dengan fokus di sekitar lokasi kejadian dan area persawahan warga di Desa Winong, Kecamatan Gempol.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Pasuruan, FSebanyak 30 personel gabungan dikerahkan untuk menjalankan tugas ini secara maksimal dan menyeluruh.
Penyisiran ini bertujuan untuk memastikan tidak ada serpihan amunisi yang membahayakan masyarakat sekitar.
Lokasi pencarian meliputi area tol Gempol dan wilayah persawahan di Dusun Grogolan, Winong, dan Kemranggeng, Desa Winong.
Berbagai jenis amunisi ditemukan selama penyisiran, mulai dari granat tangan, granat lontar, hingga selongsong amunisi.
Baca Juga: Sering Bikin Penasaran, inilah Pengertian, Fungsi dan Struktur Kode PLU
Selongsong amunisi atau peluru menjadi jenis amunisi yang paling banyak ditemukan oleh tim gabungan.
Danramil Gempol Kapten Cz. Sutiyono menyatakan, "Hari ini terakhir dilakukan penyisiran dan pencarian serpihan amunisi sisa truk TNI yang terbakar, dan sekaligus disampaikan bahwa penyisiran selesai dilaksanakan."
Ia juga menambahkan, "Kalau totalnya ada sekitar 30 orang. Ini tim gabungan dari Yon Zipur 10 Pasuruan, Kodim 0819 Pasuruan dan Koramil Gempol."
Sutiyono menjelaskan, "Selama penyisiran berbagai amunisi kita temukan, paling banyak selongsong amunisi atau peluru."
Meski penyisiran telah selesai, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati saat berada di sekitar lokasi kejadian.