Bupati Indah menambahkan bahwa pendidikan vokasi menjadi solusi penting untuk mengatasi masalah pengangguran yang tersembunyi dan rendahnya keterampilan di kalangan generasi muda.
Baca Juga: Bakamla RI Siapkan Stasiun Pemantau Canggih untuk Perkuat Keamanan Perairan Banyuwangi
“Kita ingin anak-anak muda Lumajang jadi pelaku, bukan penonton. Lewat vokasi, mereka bisa kerja langsung atau bahkan membuka lapangan kerja sendiri,” katanya.
Dengan kebijakan ini, Lumajang menegaskan komitmennya untuk ambil bagian dalam transformasi nasional di bidang pendidikan vokasi.
Kabupaten ini tidak ingin bergantung pada tenaga kerja dari luar, melainkan membangun generasi unggul yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.
Baca Juga: Wamendagri Buka Peluang Revisi SK Kepemilikan 4 Pulau Sengketa Aceh-Sumut
Program pendidikan vokasi yang dikembangkan juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor antara dunia usaha, institusi pendidikan, dan lembaga sertifikasi.
Harapannya, sistem pendidikan vokasi yang terbangun bisa berkelanjutan, berkualitas tinggi, dan berdampak positif terhadap pembangunan ekonomi daerah Lumajang. (gha)