jawa-timur

Pemkab Banyuwangi Gencar Kampanyekan Pengelolaan Sampah Melalui Festival Pilah Sampah di Kelurahan Bakungan

Selasa, 5 Agustus 2025 | 18:58 WIB
Wakil Bupati Banyuwangi Apresiasi Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi di Kelurahan Bakungan (Foto: banyuwangikab.go.id)

WartaJatim.CO.ID -Pemerintah Kabupaten Banyuwangi aktif melakukan kampanye pengelolaan sampah yang bijak sebagai langkah strategis untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kegiatan utama dari kampanye ini adalah Festival Sepekan Pilah Sampah yang diselenggarakan di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Banyuwangi, yang sudah dikenal punya perhatian tinggi terhadap masalah sampah.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Banyuwangi, Kelurahan Bakungan sendiri memiliki fasilitas pengolahan sampah bernama Omah Olah Sampah yang dioperasikan oleh warga sekitar sebagai bagian dari inisiatif pengelolaan sampah mandiri.

Baca Juga: Istri Grebek Suami dengan Selingkuhan di Kos! Video Viral Ungkap Dugaan KDRT, Pelaku Diduga Oknum Polisi

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, memberikan apresiasi langsung pada pembukaan festival tersebut pada Senin, 4 Agustus 2025, karena kontribusi Kelurahan Bakungan dalam pengelolaan sampah.

Mujiono menekankan bahwa persoalan sampah merupakan masalah serius dan menjadi perhatian tingkat global yang mengharuskan seluruh lapisan masyarakat terlibat dalam penanganannya.

Ia mengingatkan bahwa mengolah sampah dimulai dari membiasakan setiap rumah tangga memilah jenis sampah menjadi organik, anorganik, dan residu agar pengelolaan menjadi lebih efektif.

Baca Juga: Prabowo: Ibu Kota Tak Akan Dipindah ke IKN Sebelum Fasilitas Pemerintahan Lengkap

“Banyuwangi menghasilkan sekitar 300 ribu ton sampah per tahun, sebagian besar dari rumah tangga. Kalau kita pilah dari rumah, Insyaallah 50 persen sampah tidak perlu ke TPA,” ujar Wakil Bupati Mujiono.

Upaya pengelolaan sampah di Bakungan tersebut diakui sangat inovatif dan menjadi contoh bagi kelurahan dan desa lain di Banyuwangi.

Menurut Mujiono, keberadaan bank sampah yang sudah memanfaatkan teknologi digital untuk mencatat tabungan sampah warga menunjukkan bahwa sinergi dengan masyarakat mampu membuat pengelolaan sampah lebih efektif.

Baca Juga: Tragis! Remaja Tanjung Priok Disiram Air Keras oleh Pelajar Konvoi, Wajahnya Luka Parah

Agus Rahmanto, Lurah Bakungan, menyatakan bahwa setiap hari kelurahannya menghasilkan sekitar 1 hingga 1,5 ton sampah rumah tangga.

Dari jumlah tersebut, bank sampah bernama Omah Rembug Inovasi dan Edukasi mampu mengelola sekitar 2 kuintal sampah organik untuk dijadikan pakan maggot, kompos, dan pupuk cair.

Halaman:

Tags

Terkini