“Bahkan, bila memungkinkan akan kami Perda-kan juga. Terima kasih atas saran-sarannya dari teman disabilitas. Semoga Banyuwangi menjadi kota yang ramah untuk segala kelompok,” tambahnya.
Kepala Bappeda Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo, menjelaskan bahwa Rembuk Disabilitas 2025 fokus membahas lima isu pokok, yakni kesehatan, pekerjaan, sosial, pemberdayaan, dan aspek lain yang berkaitan dengan kehidupan difabel.
“Teman-teman ini mengupas lima bidang tersebut dari tiga sisi: persoalannya apa, faktanya seperti apa, dan harapannya seperti apa. InsyaAllah akan kami akomodir satu-persatu,” jelas Suyanto.
Hasil pembahasan dari rembuk tersebut akan dijadikan dasar penting dalam penyusunan program pembangunan ke depan, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih berpihak pada penyandang disabilitas. (gha)