WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Gresik terus mendorong pelestarian tradisi dan budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah.
Festival Budaya Pleretan perdana digelar di halaman SMA NU 2 Gresik, Sabtu (20/9), dan berhasil menarik perhatian lebih dari 100 warga Sukorame beserta tokoh masyarakat.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Gresik, Kegiatan yang mengusung tema “Harmoni Budaya, Generasi Berdaya” menampilkan berbagai rangkaian acara, mulai dari kirab Pleret sebagai acara utama hingga pentas seni Kentrung dan Hadrah.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Minta Maaf Usai Ucapannya Soal 17 Plus 8 Dipelintir, Janji Perbaiki Komunikasi Publik
Selain itu, festival juga menghadirkan bazar UMKM, permainan tradisional, dan kompetisi stand serta jajanan Pleret yang menambah kemeriahan acara.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Gresik, Misbahul Munir, mewakili Bupati Gresik, memberikan apresiasi atas terselenggaranya festival dan menyatakan dukungan penuh terhadap pelestarian tradisi lokal.
“Tradisi Pleret ini memiliki nilai sejarah dan filosofi yang dalam. Jika pelaksanaannya dapat dilakukan secara konsisten dan meriah, tidak hanya memberi manfaat spiritual, tetapi juga dapat menjadi potensi ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat Sukorame,” ungkap Munir.
Baca Juga: Aplikasi Paylater, Kemudahan Belanja yang Bisa Jadi Risiko Finansial
Camat Gresik menekankan pentingnya konsistensi penyelenggaraan Festival Budaya Pleretan agar kegiatan ini dapat masuk dalam kalender event budaya Kabupaten Gresik jika digelar rutin selama tiga tahun berturut-turut.
“Esensi dari festival ini adalah kebersamaan dan kemakmuran bersama. Kami berharap generasi muda Sukorame tidak melupakan identitas budayanya,” ujar Camat Gresik.
Lurah Sukorame, Nikmatul Akhiroh, menambahkan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menghubungkan nilai budaya lokal dengan penguatan generasi muda agar lebih berdaya.
Baca Juga: Ribuan Pengemudi Ojol Gelar Aksi 179 Ojol, Matikan Aplikasi dan Desak Pemerintah Turunkan Potongan
"Semoga kebudayaan yang dimiliki oleh Kelurahan Sukorame bisa menjadi ciri sekaligus identitas yang memperkuat masyarakat kami,” jelasnya.
Tokoh budayawan Kris Adji menjelaskan bahwa Pleret memiliki simbol-simbol luhur yang diwariskan oleh leluhur, seperti tepung beras yang melambangkan penghormatan kepada Dewi Sri.