jawa-timur

Ratusan Pelaku Industri Udang Bahas Solusi Ekspor ke Amerika Serikat dalam Forum Shrimp Fair Banyuwangi 2025

Rabu, 15 Oktober 2025 | 06:43 WIB
Banyuwangi Jadi Pusat Diskusi Nasional Pelaku Industri Udang Hadapi Tantangan Ekspor ke AS (Foto: banyuwangikab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Ratusan pelaku industri udang dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul di Kabupaten Banyuwangi dalam kegiatan Forum Shrimp Fair 2025 yang berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Oktober 2025.

Forum ini menjadi ajang penting bagi para pelaku usaha untuk membahas berbagai isu terkini seputar industri udang nasional, termasuk tantangan dan peluang ekspor produk ke pasar Amerika Serikat.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Banyuwangi, Kegiatan yang diinisiasi oleh Shrimp Club Indonesia (SCI) tersebut menghadirkan para pengusaha, pembudidaya, eksportir, hingga penyedia sarana pendukung tambak udang dari berbagai daerah seperti Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga: Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi Tegaskan Pentingnya Disiplin ASN Sebagai Pondasi Reformasi Birokrasi yang Bersih dan Berdaya Saing

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan forum tersebut.

Ia menegaskan bahwa Banyuwangi memiliki peran penting sebagai salah satu daerah penghasil udang terbesar di Indonesia, sehingga forum ini diharapkan dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat sektor perikanan budidaya nasional.

“Ini jadi momentum untuk kita semua duduk bareng, saling menguatkan, sehingga ketika ada masalah bisa diselesaikan secara bersama-sama. Semoga melalui forum ini persoalan ekspor udang ke AS bisa terselesaikan,” ungkap Ipuk.

Baca Juga: Wali Kota Wahyu Hidayat Pimpin Upacara HUT ke-80 Jawa Timur, Pemkot Malang Teguhkan Komitmen Tumbuh dan Tangguh Bersama

Salah satu topik utama yang menjadi pembahasan dalam forum adalah mengenai dinamika ekspor udang ke Amerika Serikat.

Para peserta menyoroti kebijakan pengetatan impor udang oleh otoritas AS setelah ditemukannya paparan radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di salah satu Unit Pengolahan Ikan (UPI) di kawasan industri Cikande, Serang.

Temuan tersebut berdampak pada meningkatnya pengawasan terhadap produk ekspor perikanan Indonesia, terutama udang, oleh pihak Amerika Serikat.

Baca Juga: Anggota DPRD Jatim Soroti Salah Satu Konten Stasiun TV Swasta yang Singgung Ponpes Lirboyo, Desak Dewan Pers Bertindak

Meski begitu, pemerintah memastikan bahwa paparan radioaktif itu hanya ditemukan di satu lokasi dan tidak berkaitan dengan area budidaya udang lainnya.

Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara, Supito, menjelaskan bahwa hasil temuan tersebut tidak berpengaruh terhadap lokasi tambak atau proses budidaya.

Halaman:

Tags

Terkini