• Sabtu, 18 April 2026

Tradisi Meugang di Aceh, Menyambut Idul Fitri dengan Pesta Daging, Berikut Pelaksanaan dan Maknanya

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Kamis, 3 April 2025 | 11:00 WIB
Suasana Pasar Peuniti Saat Tradisi Meugang di Aceh Wakru Lebaran (https://bandaacehkota.go.idl/).
Suasana Pasar Peuniti Saat Tradisi Meugang di Aceh Wakru Lebaran (https://bandaacehkota.go.idl/).

WartaJatim.CO.ID - Lebaran Idul Fitri 1446 H akan segera tiba. Di bulan kemenangan ini banyak orang yang antusias menyambutnya.

Sambutan orang-orang ketika hari raya idul fitri tentunya sudah menjadi sebuah tradisi dan budayanya.

Penyambutan hari raya ini di turut dilakukan oleh umat muslim di dunia terutama di Indonesia. Masyarakat Indonesia memiliki beragam tradisi yang dilakukan menjelang lebaran.

Baca Juga: 50 Ide Ucapan Idul Fitri Terbaik Untuk Status WhatsApp dan Media Sosial

Salah satunya adalah Tradisi Meugang di Aceh atau juga dikenal dengan berbagai sebutan antara lain Makmeugang, Haghi Mamagang, Uroe Meugang atau Uroe Keuneukoh.

Sebagai salah satu daerah yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, Aceh memiliki banyak tradisi yang masih dilestarikan hingga kini.

Tradisi Meugang dilakukan dengan membeli daging dan memasaknya menjelang Lebaran. Tradisi ini dilakukan secara turun-temurun sejak zaman Kesultanan Aceh.

Baca Juga: Sidang Isbat 2025: Kapan Idul Fitri? Kemenag Pantau Hilal di 33 Titik, Ini Keputusannya!

Di hari-hari biasa pasar tidak banyak dikunjungi masyarakat, tapi saat menjelang bulan Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha, masyarakat akan ramai mendatangi pasar.

Jadi munculah istilah “Makmu that gang nyan” yang artinya makmur sekali pasar itu atau yang disebut sebagai Makmeugang.

Tradisi ini telah muncul bersamaan dengan penyebaran agama Islam di Aceh yaitu sekitar abad ke-14 M dimulai sejak masa kerajaan Aceh Darussalam.

Baca Juga: Jangan Lewatkan! 10 Amalan Spesial di Bulan Syawal Setelah Idul Fitri 1446 H

Tradisi meugang dilaksanakan di istana yang dihadiri oleh para sultan, menteri, para pembesar kerajaan serta ulama.

Dikutip dari bandaaceh.go.id, pada hari itu, raja memerintahkan kepada balai fakir yaitu badan yang menangani fakir miskin dan dhuafa untuk membagikan daging, pakaian, dan beras kepada fakir miskin dan dhuafa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X