• Sabtu, 18 April 2026

Tradisi Meugang di Aceh, Menyambut Idul Fitri dengan Pesta Daging, Berikut Pelaksanaan dan Maknanya

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Kamis, 3 April 2025 | 11:00 WIB
Suasana Pasar Peuniti Saat Tradisi Meugang di Aceh Wakru Lebaran (https://bandaacehkota.go.idl/).
Suasana Pasar Peuniti Saat Tradisi Meugang di Aceh Wakru Lebaran (https://bandaacehkota.go.idl/).

Semua biayanya ditanggung oleh bendahara Silatu Rahim, yaitu lembaga yang menangani hubungan negara dan rakyat di kerajaan Aceh Darussalam.

Baca Juga: Indosat Ooredoo Hutchison Perkuat Jaringan dengan AI untuk Hadapi Lonjakan Konektivitas di Ramadan dan Lebaran

Ada yang menyebutkan bahwa perayaan meugang ini dilaksanakan oleh Sultan Iskandar Muda sebagai wujud rasa syukur dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Sehingga dipotong lah lembu atau kerbau, kemudian dagingnya dibagi-bagikan kepada rakyat.

Setelah perang dan masuk penjajah Belanda, tradisi tersebut masih dilakukan yang dikoordinir oleh para hulubalang sebagai penguasa wilayah.

Baca Juga: Packing Anti Ribet! Rekomendasi Tas dan Kantong Organizer Biar Barang Nggak Berantakan Saat Mudik Lebaran 2025

Hingga saat ini, tradisi meugang terus dilestarikan dan dilaksanakan oleh berbagai kalangan masyarakat dalam kondisi apapun. Adapun pelaksanaannya sebagai berikut.

  1. Meugang biasanya dilakukan selama tiga hari berturut-turut sebelum Lebaran.
  2. Pasar-pasar di Aceh dipadati oleh penjual daging sapi, kerbau, ayam, atau bebek dan banyak orang mulai membelinya.
  3. Kemudian masyarakat memasak daging yang telah dibelinya menjadi berbagai masakan khas, seperti kari, rendang, dan gulai.
  4. Makanan akan dinikmati dengan berkumpulnya keluarga besar.
  5. Selain itu daging juga sering kali dibagikan kepada tetangga, fakir miskin, dan anak yatim.

Baca Juga: Mudik Aman di Lebaran 2025: Simak Imbauan Penting dari BPBD Surabaya untuk Keamanan Rumah Anda!

Setelah melihat pelaksanaan tradisi Meugang di Aceh, ternyata tradisi tersebut juga memiliki beberapa makna, di antaranya.

  1. Meugang merupakan simbol harga diri dan kehormatan keluarga.
  2. Meugang mengandung nilai religius dengan bersedekah atau saling berbagi dengan sesama.
  3. Meugang memupuk nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong.
  4. Meugang juga sebagai bentuk solidaritas.
  5. Meugang merupakan tafsir agama yang diwujudkan dalam budaya.

Baca Juga: Siap Mudik? Simak 9 Aplikasi Wajib yang Bisa Bikin Perjalanan Lebaran Jadi Lebih Mudah

seru bukan ketika mengetahui budaya orang Aceh menjelang lebaran. Tidak heran jika tradisi dan budaya di wilayah Indonesia sangat dilestarikan.

Karena Indonesia negara kepulauan yang memiliki ratusan tradisi dan kebudayaan yang masih terjaga sampai sekarang.

(***)

 

Penulis: Nailul Hikmah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X