WartaJatim.CO.ID - Tradisi Lebaran Idul Fitri juga dimeriahkan di Lombok dengan tradisi khasnya yakni Lebaran Ketupat yang berlangsung turun-temurun dari ratusan tahun lalu.
Selain sebagai kegiatan untuk merayakan hari raya Idul Fitri, acara tersebut juga memiliki misi dalam mempertahankan tradisi leluhur dan nenek moyang.
Banyak nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut, mulai dari nilai budaya, agama, hingga pesta kerakyatan.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Bakar Batu di Papua Saat Lebaran
Jika dilihat dari aspek agama, masyarakat atau warga Sasak melaksanakan Perayaan Lebaran Ketupat dengan melakukan kegiatan-kegiatan ritual Keagamaan.
Seperti berziarah ke makam para wali atau ulama terkenal yang telah berjasa membawa dan menyebarkan agama Islam ke Pulau Lombok.
Contohnya di Kota Mataram, masyarakat biasanya datang merayakan Tradisi Lebaran Ketupat ke dua tempat bersejarah, yaitu Makam Bintaro dan Makam Loang Baloq di Tanjung Karang.
Baca Juga: 13 Tradisi Unik Perayaan Idul Fitri di Berbagai Daerah
Makam Loang Baloq berlokasi tepat di sebelah Pantai Tanjung Karang Mapak akan penuh oleh peziarah sejak pukul 07.00 pagi.
Selain memanjatkan doa, mereka juga berebutan untuk mencuci muka dan kepala dengan air di atas makam yang dianggap keramat tersebut.
Hal serupa juga terjadi di Makam Bintaro, para peziarah tidak hanya memanjatkan doa kepada sang Khalik, tetapi juga melakukan berbagai macam ritual keagamaan dan atraksi simbolik perayaan Tradisi Lebaran Ketupat.
Baca Juga: Tradisi Unik Lebaran 2025 dan Idul Fitri 1446 H di Indonesia
Diantaranya adalah mencukur rambut bayi yang biasa disebut ngurisan. Tradisi ini diyakini akan menjadikan anak tersebut jadi anak yang saleh dan sukses di masa depan.
Perayaan Lebaran Ketupat juga disebut menjadi haul bagi mereka yang telah mencapai kesuksesan atau rezeki yang lebih dalam hidupnya.
Artikel Terkait
Ketahui! Inilah Sejarah dan Makna Tradisi Lebaran
Tradisi Baru yang Muncul Saat Lebaran di Era Digital
Dari Mana Asal-usul Tradisi Salam-salaman dan Sungkeman?
10 Tradisi Unik Perayaan Lebaran di Berbagai Negara
Lebaran 2025: Kenapa Tradisi Mudik Begitu Melekat di Indonesia?