Untuk mensyukuri nikmat Tuhan tersebut, masyarakat datang dengan membawa makanan berupa ketupat, pelalah ayam, daging, opor telur, pakis, paku, urap-urap, dan pelecing kangkung yang kemudian dimakan beramai-ramai di area atau halaman makam.
Baca Juga: Ketahui! Inilah Sejarah dan Makna Tradisi Lebaran
Setelah selesai berziarah ke Makam, para pengunjung akan berpindah ke jalur pantai, dari Pantai Bintaro hingga ke Pantai Tanjung Karang.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan menyusuri tepi pantai sambil membawa hidangan ketupat yang diramu dan dibumbui dengan bahan-bahan segar ala Pulau Lombok yang menjadikan tradisi Lebaran Ketupat ini menjadi unik.
Ketupat yang disajikan terbuat dari beras yang dimasukkan dalam janur kelapa yang sudah dibentuk segi empat. Bentuknya yang persegi bermakna menyatukan empat unsur yang ada dalam diri manusia.
Baca Juga: Mengapa Lebaran Selalu Identik dengan THR dan Bingkisan?
Ditambah lagi dengan berbagai pertunjukan musik tradisional yang diselenggarakan oleh Pemerintah dalam rangka melestarikan budaya dan Tradisi.
Lebaran Ketupat merupakan warisan budaya luhur yang harus dijaga kelestariannya.
Tujuan diadakannya tradisi ini adalah untuk meminta keselamatan agar kehidupan mereka 1 tahun ke depan terhindar dari marabahaya.
Baca Juga: Mengenal Sejarah Tradisi Ziarah Kubur Sebelum Lebaran
Tradisi ini sebagai bentuk solidaritas dan cara untuk mengungkapkan kegembiraan maupun wujud syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
(***)
Penulis: Nailul Hikmah
Artikel Terkait
Ketahui! Inilah Sejarah dan Makna Tradisi Lebaran
Tradisi Baru yang Muncul Saat Lebaran di Era Digital
Dari Mana Asal-usul Tradisi Salam-salaman dan Sungkeman?
10 Tradisi Unik Perayaan Lebaran di Berbagai Negara
Lebaran 2025: Kenapa Tradisi Mudik Begitu Melekat di Indonesia?