WARTA JATIM - Perayaan Idul Fitri di Indonesia berakar dari penyebaran Islam di Nusantara. Para wali dan ulama, khususnya Wali Songo, berperan penting dalam membentuk tradisi Lebaran.
Idul Fitri atau yang lebih dikenal dengan sebutan Lebaran merupakan momen sakral bagi umat Islam di Indonesia.
Perayaan ini memiliki sejarah panjang dan kaya akan tradisi unik yang mencerminkan keberagaman budaya Nusantara.
Baca Juga: Ritus Binarundak, Tradisi Membakar Nasi Jaha di Sulawesi Utara
Sunan Kalijaga, salah satu anggota Wali Songo, dikenal sebagai tokoh yang memperkenalkan beberapa tradisi Lebaran yang masih kita lakukan hingga saat ini.
Beliau menggabungkan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal Jawa, sehingga menciptakan perayaan yang unik dan khas Indonesia.
Asal mula tradisi lebaran atau hari raya idul fitri pada masa awal Islam di Nusantara, bermula ketika masyarakat Arab Jahiliyah memiliki dua hari raya yaitu Nairuz dan Mahrajan.
Baca Juga: Sejarah dan Makna Tradisi Balimau di Sumatera Barat
Kedua perayaan ini kemudian digantikan oleh Rasulullah SAW dengan Idul Fitri dan Idul Adha, yang lebih sesuai dengan ajaran Islam.
Perayaan Idul Fitri pertama kali diselenggarakan pada tahun 624 Masehi atau tahun ke-2 Hijriyah, bertepatan dengan selesainya Perang Badar.
Momen kemenangan ini kemudian menjadi awal mula perayaan Idul Fitri sebagai hari kemenangan bagi umat Islam.
Baca Juga: Idul Fitri 2025: Meriahnya Tradisi Ronjok Sayak di Bengkulu Saat Lebaran
Seiring berjalannya waktu, tradisi Lebaran di Indonesia mengalami perkembangan dan adaptasi.
Beberapa tradisi khas mulai terbentuk dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di Nusantara.