Baca Juga: Resmi! Kharisa Rizqi Umammi Pimpin GOW Kota Blitar, Siap Perjuangkan Hak Perempuan
Wahyu menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil Pemkot Malang bukanlah keputusan mendadak, melainkan bagian dari master plan penanganan banjir yang telah disusun.
“Master plan drainase itu dibuat 2022 dan rencananya selesai di 2028 Kota Malang, insyaallah bebas banjir. Tapi tahapannya menuju ke sana itu yang harus kita lakukan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan penanganan banjir sangat bergantung pada pengalokasian anggaran dan partisipasi masyarakat.
Wahyu mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyelesaikan masalah banjir, mengingat penumpukan sampah di saluran drainase juga disebabkan oleh pola hidup masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.
“Jangan buang sampah sembarangan dan jangan buang hal-hal yang memang tidak boleh dibuang di situ. Jangan buang di saluran. Kita sama-sama, karena ini bukan tanggung jawab pemerintah saja, kita harus bersama-sama, pemerintah jalan, masyarakat juga. Kalau tetap begini, kapan banjir di Kota Malang akan selesai,” pungkasnya berpesan. (gha)
Artikel Terkait
Pemkot Malang Gelar Ngalam Gesit, Salurkan Berbagai Bantuan Sosial untuk Warga Prasejahtera
Pemkot Malang Gelar Diseminasi Indeks Pengelolaan Aset Daerah untuk Cegah Korupsi
Pemkot Malang Ajukan Empat Ranperda ke DPRD, Fokus PAD dan Pengelolaan Parkir
Konsolidasi Pengadaan Barang/Jasa: Pemkot Malang Siap Tingkatkan Transparansi dan Efisiensi
Pemkot Malang Berkomitmen Kendalikan Inflasi Jelang Idulfitri 1446 Hijriah untuk Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok