WartaJatim.CO.ID - Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, menghadiri Dialog 'Kiprah Perempuan untuk Perubahan' dalam Peringatan Hari Perempuan Sedunia yang diselenggarakan oleh DPC KKI Kabupaten Malang dan PAC Muslimat NU Singosari.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Malang, Acara ini berlangsung di Pendopo Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, pada Rabu, 19 Maret 2025.
Dialog ini dihadiri oleh para perempuan pemerhati perempuan dan tokoh masyarakat, serta pembicara lain seperti Hanik Dwimartya, Kepala Desa Tunjungtirto.
Baca Juga: Bupati Bondowoso Hadiri Rapat KPK: Langkah Strategis Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih
Dalam pembicaraannya, Wabup Lathifah menyampaikan bahwa hari ini adalah hari yang luar biasa untuk memperingati Mother Day International dan mengajak perempuan untuk merubah diri masing-masing.
"Hari ini, hari yang luar biasa, memperingati Mother Day International. Siapa lagi yang memperingati, kalau bukan kita sendiri. Karenanya, hari ini adalah hari kita," kata Wabup Lathifah saat mengawali dialog.
Beliau menekankan bahwa perempuan adalah tiang negara dan jika perempuannya baik, maka negara akan baik.
Baca Juga: Chaos di Jakarta: Aksi Massa Menolak RUU TNI Berujung Luka dan Ketidakpastian
"Perempuan itu adalah tiang negara, kalau suatu negara itu perempuannya rusak, maka negara itu akan menjadi rusak. Kalau suatu negara itu perempuannya baik, maka negara itu akan menjadi baik," ucapnya.
Lathifah juga menyebutkan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memiliki tujuh program unggulan yang memerlukan pendampingan dari perempuan.
"Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah itu memiliki tujuh program unggulan, yaitu tujuh pembiasaan. Kesemuanya tersebut menurutnya, butuh pendampingan dari seorang perempuan atau ibu," tambahnya.
Baca Juga: 7 Tuntutan Utama dalam Penolakan RUU TNI yang Harus Kita Ketahui!
Dia mengajak para hadirin untuk menyampaikan amal makhruf nahi mungkar kepada masyarakat sesuai dengan kemampuan masing-masing.
"Para hadirin sebagai tokoh masyarakat, punya kewajiban untuk menyampaikan amal makhruf nahi mungkar kepada masyarakat sesuai dengan apa yang kita mampu, yang kita lakukan," pungkasnya. (gha)
Artikel Terkait
Membangun Generasi Qur’ani di Kabupaten Malang: Harapan Bupati Sanusi untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Festival Seni Islami Tingkat SD dan SMP Tahun 2025: Momen Berharga untuk Memperkuat Budaya dan Kecintaan Al-Qur'an di Kabupaten Malang
Meningkatkan Kapasitas Pemerintah Daerah: Forum Pelaksana CSR di Kabupaten Malang 2025
Program Unggulan Pemerintah Kabupaten Bondowoso: Meningkatkan Kesejahteraan Melalui Pertanian, Pendidikan, Kesehatan, dan Pariwisata
BAZNAS Lumajang Perkenalkan Lima Program Unggulan: Apa Dampaknya untuk Masyarakat Sekitar?